Dorong Padang Masuk Jejaring Kota Kreatif UNESCO, Wali Kota Fadly Amran Buka Padang Gastronomi Fest

Padang, InvestigasiPublik.com — Wali Kota Padang, Fadly Amran, membuka secara resmi gelaran Padang Gastronomi Fest yang diprakarsai Anggota DPRD Kota Padang Erianto Mahmuda di Komplek Perumnas Belimbing, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Sabtu (29/8/2026).

Festival kuliner dan budaya pangan ini digelar sebagai langkah konkrit untuk mengangkat potensi warisan kuliner lokal sekaligus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Padang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang saat ini tengah mengupayakan secara intensif agar Kota Padang dapat masuk dan diakui dalam jejaring kota kreatif dunia UNESCO (UNESCO Creative Cities Network) pada kategori gastronomi.

Menurut Fadly, setiap sudut dan wilayah kecamatan di Kota Padang menyimpan keanekaragaman cita rasa kuliner serta identitas kebudayaan pangan yang unik dan bernilai sejarah tinggi.

“Pemerintah Kota Padang tengah mengupayakan Kota Padang menjadi bagian dari jejaring kota kreatif UNESCO di bidang gastronomi. Setiap wilayah di Kota Padang memiliki kekhasan kekayaan warisan kuliner yang dapat dikembangkan menjadi identitas gastronomi global. Kita berharap Padang Gastronomi Fest ini memberi dampak langsung pada peningkatan ekonomi warga dan membantu UMKM kuliner kita naik kelas,” ujar Fadly Amran.

Sinergi Legislatif dan Eksekutif untuk Pemberdayaan Ekonomi Kreatif

Inisiatif penyelenggaraan Padang Gastronomi Fest di Perumnas Belimbing Kuranji mendapat sambutan hangat dari para pelaku usaha kuliner dan warga sekitar. Kolaborasi antara jajaran Pemko Padang dan legislator DPRD Kota Padang ini dinilai strategis dalam memperluas ruang promosi produk olahan pangan lokal.

Melalui festival ini, para pelaku usaha tidak hanya menjual produk olahan, melainkan juga memperoleh ruang branding, jejaring kemitraan, serta pembinaan standar mutu.

Pemko Padang berkomitmen untuk menjadikan festival gastronomi sebagai agenda rutin di berbagai kawasan guna memperkuat daya tarik pariwisata berbasis warisan budaya kuliner (gastronomy tourism). (hkp/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *