Padang, InvestigasiPublik.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, memimpin langsung proses evakuasi warga yang terdampak banjir di kawasan Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin malam (3/8/2026).
Di lokasi tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai dada orang dewasa. Kondisi itu memaksa sebagian warga bertahan di lantai dua rumah mereka, sementara sebagian lainnya berupaya menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih tinggi.
Didampingi personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Vasko turun langsung melakukan evakuasi menggunakan perahu karet. Prioritas penyelamatan diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya.
Proses evakuasi berlangsung hingga Selasa (4/8/2026) dini hari. Warga yang berhasil dievakuasi kemudian diarahkan ke sebuah masjid yang dijadikan lokasi pengungsian sementara karena dinilai aman dari genangan banjir.
Vasko mengatakan keterbatasan kapasitas perahu membuat proses evakuasi dilakukan secara bertahap. Meski demikian, ia menegaskan keselamatan seluruh warga tetap menjadi prioritas utama.
“Yang terpenting adalah tidak ada warga yang tertinggal di lokasi berbahaya. Evakuasi kita lakukan bergantian karena kapasitas perahu terbatas. Setelah itu, kebutuhan dasar para pengungsi juga akan kita pastikan segera terpenuhi,” ujar Vasko di sela-sela proses evakuasi.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta seluruh unsur relawan agar penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu.
Sebelum turun ke lokasi bencana, Vasko juga berkoordinasi dengan BMKG Minangkabau untuk memperoleh informasi mengenai penyebab hujan berintensitas tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Barat sejak Senin siang.
Berdasarkan informasi BMKG, cuaca ekstrem kali ini bukan disebabkan oleh siklon tropis seperti yang terjadi pada November tahun lalu. Hujan lebat dipicu oleh terbentuknya pola awan memanjang di sepanjang wilayah barat Pulau Sumatera yang diperkuat fenomena konvergensi atau pertemuan massa udara sehingga pertumbuhan awan hujan menjadi lebih masif.
BMKG juga memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan di sejumlah wilayah Sumatera Barat.
Menyikapi kondisi tersebut, Vasko mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang bermukim di kawasan rawan banjir, bantaran sungai, dan lereng perbukitan.
“Saya minta masyarakat waspada dengan kondisi cuaca beberapa hari ke depan. Jika air mulai naik atau ada tanda-tanda longsor, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan ikuti arahan petugas. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pemprov Sumbar, lanjut Vasko, akan terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG serta memastikan seluruh perangkat penanggulangan bencana tetap siaga untuk merespons setiap potensi keadaan darurat secara cepat.






