Meriahkan HUT RI, PKK Batipuah Baruah Bikin Lapangan Balai Gadang Bergemuruh

Terbaru32 Dilihat

investigasipublik.com // Tanah Datar

Semangat kemerdekaan benar-benar meledak di Lapangan Balai Gadang, Nagari Batipuah Baruah, Kecamatan Batipuh, Kamis (13/8/2026). Ratusan masyarakat tumpah ruah mengikuti rangkaian lomba yang digelar TP-PKK Nagari Batipuah Baruah untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejak kegiatan dimulai, suasana lapangan sudah dipenuhi gelak tawa, sorakan dan semangat para peserta. Lomba dikemas bukan sekadar untuk mencari pemenang, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan kader, masyarakat dan unsur pemerintahan dalam suasana yang jauh lebih cair dan penuh keakraban.

Ada dua lomba utama yang menjadi magnet perhatian, yakni menghias nasi goreng atau plating dan peragaan Baju Kurung Basiba. Keduanya dipadukan dengan tiga lomba outbound yang menuntut kecepatan, kekompakan dan strategi.

Ketua TP-PKK Nagari Batipuah Baruah, Ny. Nella Mulyadi BJ, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas semeriah mungkin sebagai wadah memperkuat silaturahmi sekaligus memberikan ruang bagi kader untuk berekspresi.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat silaturahmi. Kita isi dengan berbagai lomba supaya para kader dan masyarakat bisa berkumpul, bersenang-senang, sekaligus menunjukkan kreativitas dan kekompakan,” katanya.

Menurutnya, lomba plating dan peragaan Baju Kurung Basiba juga memiliki pesan tersendiri. Selain mengasah kreativitas, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan dan menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau.

Apresiasi untuk Kader yang Bekerja di Tengah Masyarakat

Wali Nagari Batipuah Baruah Mulyadi BJ menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada kader PKK dan Posyandu yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program pemerintah di tingkat masyarakat.

“Kader PKK dan Posyandu adalah ujung tombak. Mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat dan ikut menopang berbagai program pemerintah. Karena itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi kita kepada mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan, kemerdekaan harus dirasakan masyarakat dalam bentuk kegembiraan dan kebersamaan.

“Jelang HUT Kemerdekaan ini, kita ingin menghadirkan kegembiraan. Masyarakat perlu mendapatkan ruang untuk berkumpul, tertawa dan merasakan semangat kemerdekaan bersama-sama,” ujarnya.

Lise Eka Putra: Di Tengah Efisiensi, Semangat Tak Boleh Ikut Dipangkas

Ketua TP-PKK Kabupaten Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Pemerintah Nagari Batipuah Baruah patut mendapat penghargaan karena mampu menggelar kegiatan yang besar dan melibatkan masyarakat secara luas, meskipun saat ini pemerintah tengah menghadapi kondisi efisiensi.

“Kita mengapresiasi Pemerintah Nagari Batipuah Baruah yang mampu melaksanakan kegiatan seperti ini di tengah kondisi efisiensi. Ini menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak harus membatasi kreativitas dan semangat masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi terus menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan meningkatkan peran kader dalam pembangunan nagari.

Dari Plating hingga KIM, Semuanya Pecah!

Arena lomba plating nasi goreng menjadi salah satu pusat perhatian. Peserta berlomba menyulap nasi goreng menjadi sajian yang tak hanya lezat, tetapi juga memiliki tampilan menarik.

Tak kalah seru, peragaan Baju Kurung Basiba menghadirkan nuansa budaya yang kental. Peserta tampil dengan penuh percaya diri, menjadikan busana tradisional Minangkabau tersebut sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.

Tiga lomba outbound kemudian membuat suasana semakin panas. Peserta dituntut kompak, cepat dan tak boleh kehilangan strategi. Sorakan penonton pun silih berganti mengiringi aksi peserta.

Kegiatan dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Fraksi Gerindra H. Ronny Mulyadi Dt. Bungsu, Camat Batipuh Jimmi Syahputra beserta Ny. Jimmi, Camat Lintau Buo Utara Rifka Akbar, Ketua BPRN, KAN beserta pengurus, pembina acara Intan Permata Sari, Ketua Panitia Wira, tokoh masyarakat dan ratusan warga Batipuah Baruah.

Namun, kemeriahan belum berakhir.

Sebagai penutup, Dendang KIM berhadiah menjadi klimaks acara. Hadiah yang bertaburan membuat masyarakat semakin antusias. Setiap nomor yang disebut langsung disambut sorakan, tepuk tangan dan harapan mendapatkan hadiah.

Lapangan Balai Gadang pun berubah menjadi panggung pesta rakyat.

Semangat kemerdekaan akhirnya bukan hanya terlihat dari merah putih yang berkibar, tetapi dari tawa, kekompakan dan kegembiraan masyarakat yang merayakannya bersama(DA76)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *