PESSEL. INVESTIGASI PUBLIK — Ketua Markas Cabang Forum Bersama Laskar Merah Putih Kabupaten Pesisir Selatan, Sidi A. Gaspur Tanjung, memberikan apresiasi kepada aparat penegak hukum atas keberhasilan mengungkap praktik mafia BBM bersubsidi jenis biosolar di Kecamatan Linggo Sari Baganti.
Pengungkapan tersebut dilakukan oleh tim Polda Sumatera Barat pada Sabtu (6/6/2026), dengan mengamankan puluhan jeriken biosolar bersubsidi serta satu unit mobil beserta sopir di sebuah gudang yang disamarkan sebagai kandang ayam di Nagari Punggasan dan Nagari Air Haji.
“Keberhasilan ini patut diapresiasi. Artinya, praktik mafia BBM subsidi memang nyata dan bukan sekadar isu,” ujar Gaspur, kepada media ini, Selas (16/06).
Namun demikian, ia menegaskan agar aparat kepolisian tidak berhenti pada pengungkapan di hilir, melainkan mengusut tuntas hingga ke hulu, termasuk menelusuri sumber BBM subsidi tersebut.
Menurut Gaspur, praktik-praktik nakal dalam distribusi BBM bersubsidi tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan atau pembiaran pihak tertentu.
“Kami heran ketika pihak SPBU justru terkesan cuci tangan dengan menyatakan pengisian sudah sesuai SOP dan barcode. Pertanyaannya, jika BBM itu ditemukan ditimbun di gudang kandang ayam, lalu berasal dari mana?” tegasnya.
Gaspur mempertanyakan kemungkinan bahwa BBM biosolar bersubsidi yang diamankan aparat tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan SPBU di Kecamatan Linggo Sari Baganti, sementara di wilayah tersebut hanya terdapat dua SPBU penyalur biosolar bersubsidi, yakni SPBU Lagan Punggasan dan SPBU Pasar Bukit Air Haji.
“Biosolar subsidi itu diperuntukkan bagi nelayan dan pertanian. Maka harus jelas berapa kuota kebutuhan riilnya. Jangan sampai dalih nelayan dan pertanian justru menjadi kedok untuk memasok BBM ke alat berat seperti eskavator yang banyak beroperasi di sekitar wilayah ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan penyalahgunaan BBM subsidi bukan baru kali ini terjadi. Menurutnya, aparat penegak hukum sebelumnya juga beberapa kali melakukan penindakan, namun praktik serupa kembali berulang.
Sebagai contoh, Gaspur menyinggung insiden kebakaran mobil pelansir BBM subsidi di kawasan SPBU Lagan Punggasan yang terjadi beberapa waktu lalu dan mengakibatkan sopir kendaraan tersebut meninggal dunia.
“Peristiwa itu seharusnya menjadi alarm keras. Jika praktik ini terus dibiarkan, bukan hanya negara yang dirugikan, tapi juga nyawa manusia,” tegasnya.
Atas dasar itu, FB Laskar Merah Putih Pessel mendesak APH, Pertamina, BPH Migas, serta dinas terkait untuk bersikap tegas dan transparan, termasuk melakukan audit menyeluruh terhadap SPBU penyalur biosolar subsidi di Linggo Sari Baganti.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Jangan sampai penegakan hukum hanya menyentuh pelaku kecil, sementara aktor utama dan sumber distribusi BBM subsidi dibiarkan lolos,” pungkas Gaspur.






