HUT Ke-1 Kodam XX/TIB Wujud TNI Manunggal Lewat Penanaman 1.000 Pohon di UIN IB Padang

Padang, InvestigasiPublik.com – Rangkaian peringatan HUT ke-1 Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) tidak hanya berisi upacara seremonial. Semangat TNI Manunggal bersama rakyat diwujudkan lewat aksi nyata penyelamatan lingkungan, berupa penanaman 1.000 pohon produktif dan bibit bambu di lingkungan Kampus UIN Imam Bonjol Padang, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan penghijauan massal ini berjalan berkat kolaborasi lintas sektor yang solid. Terlibat jajaran Kodam XX/TIB, civitas akademika UIN Imam Bonjol, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Agam Kuantan, Dinas Kehutanan, pihak swasta, hingga tokoh masyarakat setempat.

Ketua Panitia Aksi Penanaman Pohon Kodam XX/TIB, Kolonel Cpl Ramin, menjelaskan pemilihan lokasi di kampus ini didasari analisis kondisi geografis kawasan yang rawan bencana.

“Kawasan kampus ini memiliki kontur tanah berbukit, rawan longsor, serta berdekatan dengan aliran Sungai Bangek yang berpotensi memicu banjir bandang maupun erosi. Oleh sebab itu, kami menanam empat varietas bambu khusus untuk memperkuat struktur tanah di lereng-lereng kritis,” ujar Kolonel Ramin.

Selain berfungsi sebagai penahan erosi alami, jenis bambu yang dipilih pun bernilai ekonomis tinggi. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar kampus di masa mendatang.

Selaras Nilai Ekoteologi Kampus

Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kepedulian lingkungan dari Kodam XX/TIB. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama untuk menanamkan nilai ekoteologi di perguruan tinggi keagamaan.

“Penanaman pohon ini adalah perwujudan ekoteologi kampus—menjaga alam sebagai bagian dari ibadah. Vegetasi yang ditanam sangat efektif menyerap air permukaan, sehingga mengurangi risiko banjir dan longsor di sekitar Sungai Bangek,” ungkap Prof. Martin Kustati.

Semangat kolaborasi ini juga ditekankan Kasi RHL BPDAS Agam Kuantan Sumbar, Anton Sudarwo. Menurutnya, pemeliharaan ekosistem Daerah Aliran Sungai tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja, melainkan butuh komitmen bersama dari unsur pertahanan, akademisi, pemerintah, dan masyarakat.

Aksi nyata ini membuktikan kehadiran Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol di Sumatera Barat tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga hadir sebagai pelindung ekologi dan keselamatan masyarakat Minangkabau dari ancaman bencana alam. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *