Dirut Baru Tirta Alami Dihadapkan PR Besar

Terbaru141 Dilihat

investigasipublik.com // Tanah Datar

Kursi Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Alami Kabupaten Tanah Datar resmi berganti. Namun, pergantian pucuk pimpinan itu sekaligus membuka pekerjaan rumah besar: membenahi pelayanan air bersih yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Dr. Inoki Ulma Tiara, S.Sos., M.Pd. resmi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Direktur Perumda Air Minum Tirta Alami periode 2026–2031 oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra di Aula Kantor Bupati Pagaruyung, Jumat (7/8/2026).

Lima tahun ke depan bukan waktu yang singkat. Di tangan direktur baru, masyarakat menunggu bukan sekadar perubahan di atas kertas, tetapi perbaikan yang benar-benar terasa ketika keran air dibuka.

Bupati Eka Putra yang juga bertindak sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumda Air Minum Tirta Alami menegaskan, perusahaan daerah tersebut memiliki karakter berbeda dengan badan usaha yang semata-mata mengejar profit.

Orientasi pertama Perumda adalah pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Perlu diketahui bahwa untuk Perumda Air Minum Tirta Alami orientasi pertamanya adalah bagaimana memberikan pelayanan terbaik bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Eka Putra.

Karena itu, Inoki diminta tidak sekadar melanjutkan rutinitas. Kualitas pelayanan harus ditingkatkan, distribusi air harus semakin kontinu, dan kualitas air yang sampai ke pelanggan harus mendapat perhatian serius.

Persoalan jaringan juga menjadi tantangan yang tak bisa ditutup-tutupi. Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra bahkan secara terbuka menyinggung kondisi jaringan Perumda yang sudah banyak mengalami kerusakan.

Bagi masyarakat, persoalan air bukan perkara sepele. Gangguan distribusi dalam waktu singkat saja bisa langsung memicu keresahan.

“Satu jam saja air mati pasti akan menimbulkan keresahan kepada masyarakat,” ujar Anton.

Terlebih bagi masyarakat Batusangkar dan kawasan sekitarnya yang sangat bergantung pada pelayanan Perumda Air Minum Tirta Alami.

Karena itu, kepemimpinan baru dituntut bergerak cepat. Pembenahan jaringan, peningkatan kapasitas pelayanan, hingga pemanfaatan teknologi harus masuk dalam agenda prioritas.

Peluang untuk melakukan pembenahan infrastruktur pun mulai terbuka. Pemerintah daerah telah memperoleh dukungan Kementerian Pekerjaan Umum untuk pembangunan pipa baru.

Namun, infrastruktur baru saja tidak cukup. Dibutuhkan manajemen yang mampu merencanakan, mengawasi dan memastikan setiap investasi benar-benar bermuara pada peningkatan pelayanan pelanggan.

Eka Putra meminta direktur baru menyusun perencanaan secara matang, memperkuat koordinasi dan pengawasan seluruh kegiatan perusahaan, serta berani melakukan inovasi.

“Lakukan inovasi pelayanan, manfaatkan teknologi untuk pelanggan. Nanti akan dilakukan evaluasi sesuai kontrak kinerja yang sudah disepakati,” tegasnya.

Artinya, jabatan direktur bukan ruang untuk sekadar menjalankan rutinitas. Ada target yang harus dicapai dan kinerja yang akan dievaluasi.

Eka Putra juga mengingatkan Inoki agar menjalankan tugas sesuai fakta integritas serta tetap berpegang pada visi dan misi yang telah ditetapkan.

Jangan Kejar Untung, Lupakan Pelanggan

Pesan senada disampaikan Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra. Menurutnya, Perumda Air Minum Tirta Alami memang merupakan badan usaha, tetapi bisnis air memiliki tanggung jawab sosial yang jauh lebih besar karena menyangkut hajat hidup masyarakat.

“Tujuan utamanya bukan hanya untuk meraih keuntungan tapi memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Kabupaten Tanah Datar,” katanya.

Anton bahkan mengingatkan, keuntungan perusahaan tidak boleh dibangun dengan membebani masyarakat.

“Untuk apa keuntungan besar kalau masyarakat kita terbebani,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi alarm bagi manajemen baru. Perumda dituntut menemukan keseimbangan: perusahaan harus sehat secara finansial, tetapi masyarakat tetap mendapatkan pelayanan air yang layak, terjangkau dan berkesinambungan.

Dengan masa jabatan hingga 2031, Inoki kini memikul ekspektasi besar. Tantangannya bukan hanya mengelola perusahaan, tetapi mengembalikan kepercayaan pelanggan melalui pelayanan yang konsisten.

Pelantikan yang dihadiri Forkopimda, Sekda, para asisten, pimpinan OPD, camat, pimpinan BUMN/BUMD, panitia seleksi serta undangan lainnya itu akhirnya bukan sekadar seremoni pergantian jabatan.

Ia menjadi titik awal pembuktian.

Sebab bagi masyarakat, keberhasilan Perumda tidak diukur dari tebalnya laporan keuangan, melainkan dari sederhananya satu pertanyaan: ketika membutuhkan air, apakah air itu benar-benar mengalir?(DA76)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *