Diduga Tak Sesuai Spesifikasi Teknis, Proyek Preservasi Jalan Nasional Lais–Kerkap Rp94,9 Miliar Disorot GERINDO

Advertorial, Daerah138 Dilihat

BENGKULU UTARA – Proyek Preservasi Jalan Nasional Lais–Kerkap di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, yang dilaksanakan oleh PT Galih Medan Persada (GMP) dengan nilai kontrak sebesar Rp94.939.939.000 yang bersumber dari APBN melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), mendapat sorotan dari Gerakan Reformasi Indonesia (GERINDO).

Proyek dengan skema kontrak long segment Tahun Anggaran 2025–2027 tersebut diduga tidak sepenuhnya dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan Detail Engineering Design (DED). Selain itu, lemahnya pengawasan dinilai berpotensi memengaruhi mutu serta keandalan infrastruktur jalan yang dibangun.

Ketua Umum GERINDO, Iryanto, S.IP, saat ditemui awak media mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring dan investigasi lapangan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap proyek yang menelan anggaran hampir Rp95 miliar tersebut.

“Kami menemukan sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian serius, baik terkait manajemen keselamatan lalu lintas, pengelolaan lingkungan, maupun pengendalian mutu pekerjaan,” ujar Iryanto.

Menurutnya, tim GERINDO tidak menemukan papan informasi pekerjaan pada sejumlah simpang jalan utama yang seharusnya dipasang untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Selain itu, pihaknya juga menyoroti minimnya marka sementara (pre-marking) dan rambu-rambu keselamatan bagi pengguna jalan maupun pekerja proyek.

Tidak hanya itu, tim investigasi juga menemukan bekas timbunan dan galian yang belum dirapikan, serta beberapa titik drainase yang dinilai kurang terpelihara.

“Drainase seharusnya bebas dari kotoran dan material lepas, serta selalu dalam kondisi bersih dan rapi selama pekerjaan berlangsung,” katanya.

Soroti Kedalaman Galian dan Material Agregat

Dari aspek pengendalian mutu, GERINDO mengaku menemukan dugaan ketidaksesuaian antara pelaksanaan pekerjaan di lapangan dengan perencanaan teknis.

Iryanto menjelaskan, berdasarkan dokumen perencanaan, kedalaman galian pada pekerjaan rekonstruksi jalan seharusnya mencapai 66 sentimeter yang terdiri dari lapisan Base A setebal 20 cm, Base B 15 cm, AC-Base (Laston) 16 cm, serta timbunan pilihan 25 cm.

Namun, hasil pemantauan di lapangan disebut menunjukkan kondisi yang berbeda.

“Kami mendapati kedalaman galian yang diduga tidak sesuai dengan perencanaan. Selain itu, ukuran batu yang digunakan dinilai terlalu besar sehingga berpotensi mengurangi ketebalan lapis pondasi agregat. Pada pekerjaan patching atau penambalan aspal, kedalaman penggalian juga diduga tidak maksimal. Hal-hal ini tentu dapat memengaruhi kualitas konstruksi secara keseluruhan,” ungkapnya.

Ia menilai, apabila temuan tersebut tidak segera dievaluasi dan diperbaiki, maka berpotensi menurunkan kualitas hasil pekerjaan serta dapat menimbulkan kerugian negara di kemudian hari.

Akan Surati Kementerian PU

Atas temuan tersebut, GERINDO berencana menyampaikan laporan resmi kepada sejumlah pihak terkait, mulai dari Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga, hingga Menteri Pekerjaan Umum.

“Kami juga akan menyurati Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Bengkulu. Kami menduga pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan Preservasi Jalan Lais–Kerkap ini belum sepenuhnya berjalan sesuai gambar perencanaan maupun kajian teknis lapangan (field engineering), sehingga perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut,” tegasnya.

BPJN Bengkulu Beri Tanggapan

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait dugaan tersebut, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Bengkulu, Tendi Hardianto, ST, MT, menyampaikan bahwa proyek tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian sejumlah media.

“Sudah ada beberapa media yang memberitakan hal ini, namun belum memberikan pendapat secara substansi teknis,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas pekerjaan preservasi Jalan Nasional Lais–Kerkap masih terus berlangsung di lapangan.

(HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *