Batagak Gala Rambatan Teguhkan Marwah Adat, 12 Penghulu Emban Amanah Kaum

Terbaru25 Dilihat

investigasipublik.com // Tanah Datar

Di tengah derasnya arus modernisasi yang terus menggerus nilai-nilai tradisi, masyarakat Jorong Panti, Nagari Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, kembali menegaskan komitmennya menjaga warisan leluhur melalui Alek Batagak Gala dan Pati Ambalau. Mengusung tema “Mampaarek Nan Lungga, Mangumpuan Nan Taserak”, perhelatan adat yang dimulai Sabtu (25/7) ini menjadi momentum strategis memperkuat persatuan kaum sekaligus mengukuhkan kepemimpinan adat yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Tema yang diangkat bukan sekadar slogan. Dalam filosofi Minangkabau, Mampaarek Nan Lungga, Mangumpuan Nan Taserak mengandung makna mempererat kembali hubungan yang mulai renggang dan menyatukan anggota kaum yang tercerai-berai. Nilai tersebut menjadi pesan utama bahwa keberadaan penghulu bukan hanya sebagai pemegang gelar adat, melainkan perekat persatuan, penjaga marwah kaum, sekaligus penengah dalam setiap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sebanyak 12 tokoh dari lima suku akan resmi menyandang gelar datuak sebagai amanah untuk memimpin kaumnya masing-masing. Mereka adalah Adi Putra bergelar Dt. Rajo Dubalang, Kapten Kav. (Purn) Syamsinir bergelar Dt. Alang Gumanti, Yusbar bergelar Dt. Gindo Kayo, Jones bergelar Dt. Palang Kayo, Muhammad Salim bergelar Dt. Panghulu Sutan, Getrizal bergelar Dt. Pandeka Sutan, Dafrizal bergelar Dt. Monti Basa, Harry Aldi bergelar Dt. Gindo Malano, Edi Masrizon bergelar Dt. Rangkayo Batuah, Zulfendri bergelar Dt. Jonang Sati, Peni Arli bergelar Dt. Malin Panghulu, serta Ali Amran bergelar Dt. Malin Kayo.

Para penghulu tersebut berasal dari lima suku, yakni Mandaliko Tabek Patah, Mandaliko Tabek Budua, Mandaliko Batu Larang, Mandaliko Tabek Gadang, dan Sumagek Kapalo Koto, yang selama ini menjadi bagian penting dalam struktur sosial dan adat di Nagari Rambatan.

Ketua Panitia Pelaksana, Kapten Kav. (Purn) Syamsinir Dt. Alang Gumanti, mengatakan penyelenggaraan Batagak Gala bukan sekadar prosesi adat untuk mengangkat gelar penghulu. Menurutnya, alek ini merupakan ikhtiar bersama membangun kembali solidaritas kaum sekaligus memperkuat eksistensi adat sebagai fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau.

“Tema Mampaarek Nan Lungga, Mangumpuan Nan Taserak kami pilih sebagai pengingat bahwa adat memiliki kekuatan untuk menyatukan. Batagak Gala menjadi ruang mempertemukan kembali keluarga besar, mempererat silaturahmi antarkaum, serta menghidupkan semangat gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat Minangkabau,” ujarnya.

Ia menegaskan, setiap gelar adat yang disandang bukanlah simbol kehormatan semata, tetapi amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada kaum. Seorang penghulu dituntut mampu menjadi pemimpin yang arif, menjaga harta pusaka, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta menjadi teladan dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

Menurut Syamsinir, suksesnya penyelenggaraan alek adat ini tidak lepas dari kebersamaan seluruh unsur masyarakat, mulai dari ninik mamak, bundo kanduang, pemuda, tokoh masyarakat hingga para perantau yang memberikan dukungan moril maupun materiil.

“Semangat kebersamaan inilah yang ingin kami wariskan kepada generasi muda. Adat tidak boleh berhenti sebagai warisan sejarah, tetapi harus terus hidup, dipahami, dan diamalkan sebagai pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Rangkaian kegiatan akan mencapai puncaknya pada Minggu (26/7) melalui prosesi Batagak Gala dan Pati Ambalau yang diperkirakan dihadiri para ninik mamak, tokoh adat, bundo kanduang, unsur pemerintah, perantau, serta masyarakat dari berbagai daerah.

Melalui alek adat ini, masyarakat Nagari Rambatan tidak hanya mengukuhkan 12 penghulu baru, tetapi juga mengirimkan pesan bahwa adat Minangkabau tetap memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, memperkuat identitas budaya, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah perubahan zaman(DA76)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *