Tutup Muktamar ke-35 NU di Jombang, Presiden Prabowo Terima Kartanu dan Ucapkan Selamat pada Rais Aam serta Ketum PBNU Terpilih

Terbaru195 Dilihat

Jombang, InvestigasiPublik.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menutup gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Muktamar lima tahunan ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut telah berlangsung sejak Kamis (27/8).

Prosesi penutupan diawali dengan penayangan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars Syubbanul Wathon, disusul pembacaan doa yang dipimpin oleh Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, K.H. Abdurrozaq Sholeh.

Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf, dalam laporannya menyampaikan hasil musyawarah tertinggi yang mengamanahkan K.H. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam terpilih serta K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031.

Dalam pengarahannya, Presiden Prabowo mengapresiasi tinggi seluruh jajaran Nahdliyin atas penyelenggaraan muktamar yang berjalan aman, damai, dan guyub.

Pada momen tersebut, Presiden Prabowo secara simbolis menerima Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) yang diserahkan langsung oleh Rais Aam terpilih, K.H. Miftachul Akhyar.

“Saya ucapkan selamat kepada pimpinan NU yang terpilih. Saya ucapkan selamat atas berjalannya muktamar dengan sukses, dengan guyub, dan rukun. Negara, bangsa, dan umat menanti dharma bakti Nahdlatul Ulama pada masa-masa yang akan datang,” ujar Presiden Prabowo Subianto sebelum meresmikan penutupan acara melalui pemukulan bedug dan kentungan.

Amanah Kepemimpinan Baru dan Moderasi Beragama

Terpilihnya kembali K.H. Miftachul Akhyar bersama K.H. Abdul Hakim Mahfudz menandai babak baru penataan serta penguatan organisasi PBNU untuk lima tahun ke depan.

Kepemimpinan baru ini diharapkan semakin memperkokoh peran NU sebagai pilar utama pemelihara kerukunan umat, penjaga wawasan kebangsaan, serta mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial-keagamaan.

Sinergi antara pemerintah dan PBNU di bawah kepemimpinan baru diproyeksikan bakal memperkuat program-program keumatan di bidang pendidikan pesantren, pemberdayaan ekonomi warga Nahdliyin, hingga syiar islam rahmatan lil ‘alamin di tingkat nasional maupun internasional. (stp/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *