Agam, InvestigasiPublik.com — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Agam menyalurkan dana zakat senilai Rp188.785.000 kepada 92 mustahik. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi penerima manfaat.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung, Selasa (8/9/2026).
Wakil Ketua Bidang II BAZNAS Kabupaten Agam, Irsyadul Ubad, mengatakan bantuan disalurkan melalui lima program unggulan, yakni Agam Makmur, Agam Peduli, Agam Cerdas, Agam Sehat, dan Agam Taqwa.
Menurutnya, pendayagunaan zakat tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga diupayakan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan itu, BAZNAS Kabupaten Agam juga memperkuat langkah pemberdayaan masyarakat dengan menandatangani Nota Kesepahaman Sinergi Pemberdayaan dan Peningkatan Kesejahteraan Petani melalui Pendayagunaan Zakat, Infak, dan Sedekah bersama Dinas Pertanian Kabupaten Agam.
Kesepakatan tersebut ditandatangani Ketua BAZNAS Kabupaten Agam, Isman Imran, bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Heri Prasetyo Wibowo, SP.
Kerja sama itu diarahkan untuk membantu petani yang memenuhi kriteria mustahik dan kelompok masyarakat rentan melalui pengembangan usaha pertanian produktif, peningkatan kapasitas, pendampingan, hingga penguatan akses usaha dan pemasaran.
Sementara itu, Bupati Agam melalui Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dandi Pribadi, mengatakan penyaluran zakat dilakukan secara berkala melalui proses verifikasi yang melibatkan sejumlah perangkat daerah.
Verifikasi tersebut dilakukan bersama instansi terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial agar bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Bantuan modal usaha yang disalurkan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan agar masyarakat yang mulanya berekonomi lemah dapat berusaha dan mandiri, serta terbebas dari kemiskinan,” ujarnya.
Ia menegaskan, dana yang dikelola BAZNAS merupakan amanah para muzaki, baik dari kalangan pegawai Pemerintah Kabupaten Agam maupun masyarakat secara individu.
Karena itu, pengelolaan dan pendistribusiannya harus dilakukan secara tepat sasaran sehingga memberikan manfaat nyata bagi mustahik.
Selain penyaluran zakat, kegiatan tersebut juga diwarnai dukungan dari sejumlah daerah. BAZNAS Kalimantan Selatan menyerahkan paket perlengkapan sekolah melalui gerakan “Dari Masyarakat Kalsel untuk Masyarakat Sumbar”.
Sementara Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, turut menyerahkan bantuan penanganan bencana senilai Rp100 juta untuk Kabupaten Agam. Bantuan tersebut diterima oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam.
Dukungan lintas daerah itu menjadi wujud semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam penanganan persoalan sosial dan kebencanaan.
Pemerintah Kabupaten Agam mengapresiasi kontribusi BAZNAS serta dukungan berbagai pihak. Kolaborasi tersebut diharapkan terus diperkuat agar zakat tidak hanya menjadi bantuan konsumtif, tetapi mampu berkembang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan dan menekan angka kemiskinan di Kabupaten Agam. (mrh/ipc)












