Padang Panjang, InvestigasiPublik.com — Kehadiran sekitar 20 ribu jemaah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sumatera Barat di Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Centre Padang Panjang, Ahad (6/9/2026), tak hanya menghadirkan semarak kegiatan keagamaan.
Keramaian tersebut juga membawa berkah bagi ratusan pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari dalam maupun luar daerah yang ikut memanfaatkan momentum tersebut.
Sejak subuh, lapak-lapak pedagang mulai memenuhi sejumlah titik di pelataran Islamic Centre. Beragam produk ditawarkan, mulai dari kuliner tradisional, makanan dan minuman, pakaian muslim, perlengkapan ibadah, sayur-mayur, peralatan rumah tangga dan berkebun, hingga berbagai produk UMKM.
Tingginya jumlah jemaah membuat aktivitas jual beli berlangsung ramai. Sejumlah pedagang mengaku dagangan mereka laris dibeli para jemaah yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Salah satunya Deni, pedagang katupek ketan asal Pitalah, Kabupaten Tanah Datar. Ia sengaja membawa makanan tradisional tersebut karena melihat tidak banyak pedagang yang menjual produk serupa.
Pilihan itu ternyata tepat. Dagangannya mendapat sambutan dari jemaah, terutama kaum ibu yang menghadiri kegiatan BKMT.
“Saya memilih jualan ini karena tidak banyak yang jualan dagangan yang saya bikin. Terlebih lagi para ibu-ibu jemaah banyak menyukai katupek ketan ini. Kita ketahui para ibu-ibu ini banyak yang lansia, makanya saya jualan yang tidak dijual orang lain,” katanya.
Menurut Deni, kegiatan yang menghadirkan jemaah dalam jumlah besar menjadi peluang tersendiri bagi pedagang untuk meningkatkan penjualan. Tidak hanya pedagang lokal, pelaku usaha dari daerah sekitar juga dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk kepada konsumen baru.
Keramaian aktivitas perdagangan terlihat hampir di setiap sudut pelataran Islamic Centre. Jemaah yang datang untuk mengikuti kegiatan keagamaan juga menyempatkan diri membeli makanan, minuman, pakaian, perlengkapan ibadah, maupun berbagai kebutuhan lainnya.
Bagi pelaku UMKM, kondisi tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Kegiatan BKMT se-Sumatera Barat yang diikuti sekitar 20 ribu jemaah pun memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat. Tingginya mobilitas peserta turut menggerakkan aktivitas perdagangan, kuliner, dan UMKM di sekitar lokasi kegiatan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berskala besar, termasuk kegiatan keagamaan, dapat memberikan efek berganda bagi masyarakat. Selain menjadi ruang silaturahmi dan memperkuat kehidupan keagamaan, kehadiran ribuan peserta juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperoleh tambahan pendapatan.
Suasana pelataran Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Centre semakin semarak dengan perpaduan aktivitas jemaah dan pedagang. Di satu sisi, ribuan masyarakat mengikuti rangkaian Wisata Dakwah BKMT, sementara di sisi lain para pelaku usaha memanfaatkan momentum tersebut untuk menawarkan produk mereka.
Kehadiran pedagang dari dalam maupun luar Kota Padang Panjang sekaligus menunjukkan bahwa Islamic Centre mulai menjadi ruang yang mampu menampung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan yang turut berdampak terhadap geliat ekonomi.
Momentum tersebut menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang. Mereka berharap kegiatan serupa kembali digelar di Kota Padang Panjang sehingga semakin banyak pelaku usaha lokal maupun dari daerah sekitar dapat merasakan manfaatnya. (kpp/min)











