KPU Sawahlunto: Demokrasi Tak Berhenti Pasca Pemilu, Pendidikan Pemilih Harus Berkelanjutan

Berita, Daerah, Terbaru76 Dilihat

Sawahlunto, InvestigasiPublik.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sawahlunto terus gencar melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih meski tahapan Pemilu dan Pilkada telah tuntas. Langkah ini dijalani lewat dialog interaktif bersama Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Sawahlunto FM frekuensi 99,9 MHz, Rabu (19/8/2026).

Mengusung tema “Membangun Budaya Demokrasi melalui Sosialisasi Pendidikan Pemilih pada Masa Non-Tahapan”, dialog berdurasi 60 menit ini menghadirkan Komisioner KPU Sawahlunto Divisi Sosialisasi Rony Yandri sebagai narasumber, dipandu Febriana Sugita.

Rony menegaskan selesainya proses pemungutan suara bukan berarti upaya membangun demokrasi ikut berhenti. Masa jeda justru momen strategis menjaga kesadaran demokrasi warga.

“Pemilu dan Pilkada sudah selesai, tapi demokrasi tidak berhenti di situ. Masa non-tahapan krusial untuk menjaga kesadaran, tingkatkan kualitas partisipasi, dan membangun pemilih cerdas yang paham hak serta kewajibannya,” ujarnya.

Pendidikan pemilih tidak boleh hanya mendekat waktu pesta demokrasi, melainkan harus berjalan terus menerus. KPU Sawahlunto kini memprioritaskan jangkauan hingga ke generasi muda (Gen Z), kelompok marginal, lembaga pendidikan, partai politik, dan elemen masyarakat luas.

“Kita butuh persiapan berkelanjutan agar warga menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab,” tegas Rony.

Sawahlunto tercatat memiliki tingkat partisipasi salah satu yang tertinggi di Sumatera Barat pada pemilu lalu. Namun angka tinggi saja tak cukup. Kualitas partisipasi—sadar, rasional, dan bertanggung jawab—menjadi target utama.

“Keberhasilan demokrasi bukan sekadar berapa banyak yang datang ke TPS, tapi bagaimana mereka menggunakan hak pilih dengan bijak. Kita bangun budaya demokrasi yang sehat di Sawahlunto,” pungkas Rony. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *