Kadis Kebudayaan Sumbar Syaiful Bahri Meninggal Dunia, Gubernur Mahyeldi Melayat ke Rumah Duka

Berita, Daerah, Terbaru65 Dilihat

Padang, InvestigasiPublik.com — Kabar duka menyelimuti jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar). Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaiful Bahri, meninggal dunia dalam usia 59 tahun. Kepergian sosok pejabat yang akrab disapa Pung tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi jajaran birokrasi maupun masyarakat Ranah Minang.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah langsung melayat ke rumah duka yang berlokasi di Jalan Koto Baru Nomor 14 A, Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sabtu (5/9/2026).

Di rumah duka, Gubernur Mahyeldi menyampaikan belasunggawa mendalam, mendoakan almarhum, serta memberikan penguatan moral kepada istri dan keluarga besar yang ditinggalkan agar diberikan kesabaran serta ketabahan menghadapi ketetapan-Nya.

Prosesi pelepasan jenazah dilaksanakan secara khidmat. Setelah dimandikan di rumah duka dan disalatkan di Masjid Nurul Ikhlas, jenazah almarhum diboyong menuju Kantor Gubernur Sumbar untuk menjalani prosesi pelepasan resmi sebelum diantarkan ke peristirahatan terakhir di pemakaman keluarga kawasan Andalas, Kota Padang.

“Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf dan kesalahan beliau, menerima seluruh amal ibadah, serta menempatkan beliau di tempat yang mulia di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” tutur Mahyeldi saat memanjatkan doa di rumah duka.

Sosok Berdedikasi Tinggi dan Rekam Jejak Pengabdian Panjang

Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa wafatnya Syaiful Bahri merupakan kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga tercinta, melainkan juga bagi Pemprov Sumbar dan seluruh warga Sumatera Barat. Mahyeldi mengenang almarhum sebagai pribadi yang sangat baik, santun, serta memiliki komitmen kerja yang luar biasa sepanjang perjalanan karirnya.

Hubungan kerja dan kedekatan almarhum dengan Mahyeldi telah terjalin sejak Mahyeldi menjabat sebagai Wali Kota Padang. Berbagai amanah dan posisi penting di lingkungan pemerintahan pernah dipercayakan kepada almarhum, yang seluruhnya diselesaikan dengan tuntas dan penuh integritas.

Selama memimpin Dinas Kebudayaan Sumbar, almarhum dinilai memberikan kontribusi nyata dalam melestarikan tatanan nilai, seni, serta warisan budaya Minangkabau.

“Beliau adalah pribadi yang baik dan penuh dedikasi. Sejak saya menjabat sebagai Wali Kota Padang, saya sudah mengenal beliau dan mempercayakan berbagai posisi serta tugas kepada beliau. Semua tugas dijalankan dengan baik. Insyaallah, seluruh kontribusi, pengabdian, dan kebaikan yang beliau berikan bagi daerah menjadi amal jariyah yang mendapat balasan terbaik di sisi Allah SWT,” pungkas Mahyeldi. (adp/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *