Hari ke-24 Pascagempa Flores, Prabowo Pantau Penanganan dan Percepatan Pemulihan

Berita, Nasional, Terbaru20 Dilihat

Jakarta, InvestigasiPublik.com — Penanganan dampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki tahap pemulihan. Hingga hari ke-23 atau ke-24 pascabencana, pemerintah memastikan penanganan tanggap darurat berjalan lancar dan kebutuhan dasar masyarakat secara bertahap kembali terpenuhi.

Perkembangan tersebut dilaporkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang digelar dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026). Rapat dilakukan melalui konferensi video bersama jajaran terkait di lapangan.

Suharyanto mengatakan, salah satu indikator penanganan berjalan baik adalah tidak adanya tambahan korban jiwa akibat gempa susulan.

“Kesimpulannya Bapak Presiden, menurut kami BNPB hingga hari ke-24 atau ke-23 pascabencana, ini kegiatan tanggap darurat berjalan lancar,” kata Suharyanto.

Menurutnya, distribusi bantuan logistik juga tidak mengalami kendala berarti. Kebutuhan masyarakat dipantau secara berjenjang mulai dari tingkat RT, RW, desa hingga kecamatan, sebelum kemudian dipenuhi melalui posko-posko logistik.

Selain bantuan logistik, sejumlah kebutuhan dasar seperti listrik, komunikasi, BBM, air bersih, akses jalan, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali berfungsi.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang juga mulai kembali ke kediaman masing-masing. Aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pun berangsur pulih.

“Pasar-pasar ini sudah ramai, acara-acara keagamaan juga sudah berlangsung, termasuk juga acara-acara pernikahan, acara-acara sosial masyarakat ini juga sudah kembali pulih,” ujar Suharyanto.

Pendidikan dan Kesehatan Mulai Pulih

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, pemerintah daerah bersama BNPB, Forkopimda, TNI-Polri, serta kementerian dan lembaga terus memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal.

Di sektor kesehatan, tiga rumah sakit yang mengalami kerusakan telah mendapat dukungan rumah sakit lapangan dari Kementerian Kesehatan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan.

Sementara di sektor pendidikan, kegiatan belajar-mengajar mulai dilakukan secara terbatas, terutama bagi siswa kelas akhir.

“Kegiatan belajar-mengajar sudah mulai berjalan untuk terutama kelas 3 ataupun kelas 6 untuk SD sudah mulai bisa dilakukan,” kata Laka Lena.

Meski demikian, pemerintah daerah masih membutuhkan tambahan tenda dan fasilitas pendukung untuk ruang belajar sementara bagi siswa SD, SMP, dan SMA.

Pemerintah daerah juga berharap dukungan berupa relaksasi biaya pendidikan bagi siswa dan mahasiswa yang terdampak bencana dapat segera direalisasikan.

Dorong Pemulihan Ekonomi Flores

Tak hanya infrastruktur dan layanan dasar, pemerintah mulai menyiapkan langkah pemulihan ekonomi masyarakat Flores.

Laka Lena mengatakan Pemerintah Provinsi NTT telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya untuk menyiapkan strategi pemulihan ekonomi pascabencana.

Pemerintah daerah juga mengusulkan relaksasi kredit bagi masyarakat terdampak yang belum mampu memenuhi kewajiban kepada perbankan maupun lembaga keuangan nonbank.

“Kalau ini bisa menjadi kebijakan bersama mudah-mudahan bisa membantu masyarakat Flores bisa keluar lebih cepat dari situasi ini,” ujar Laka Lena.

Ia juga melaporkan dukungan anggaran pemerintah mulai digunakan untuk penanganan bencana. Selain itu, pemerintah daerah meminta dukungan bagi relawan, antara lain berupa vitamin dan layanan trauma healing.

Penguatan sarana transportasi juga dinilai penting, termasuk dukungan pesawat dan kapal untuk mempercepat mobilisasi personel maupun bantuan ketika terjadi bencana.

“Kemarin syukur pas waktu kejadian ada kapal, ada pesawat Cassa dari Polri. Pas ada di sini, jadi itu membantu kami karena dari TNI-Polri ini di sini kami rata-rata semua tidak ada pesawat yang bisa bergerak ketika bencana ini,” katanya.

Bersiap Masuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi

BNPB menyebut Pemerintah Provinsi NTT mulai berkoordinasi untuk mempersiapkan berakhirnya masa tanggap darurat dan memasuki fase rehabilitasi serta rekonstruksi.

Pemerintah memastikan proses pemulihan tetap dikawal dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan fasilitas publik yang masih terdampak.

Pemulihan Flores akan dilakukan secara bertahap dan terpadu, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan layanan publik, hingga penguatan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah memastikan proses tersebut terus dikawal hingga kehidupan masyarakat terdampak dapat kembali berjalan normal. (stp/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *