Excavator Hitachi 110 Menggarap Sibungo Silaut, Dugaan Aktivitas di Kawasan HPK Kembali Mencuat

Pesisir Selatan, InvestigasiPublik.com — Aktivitas alat berat kembali menjadi sorotan di tengah maraknya dugaan pembukaan kawasan hutan di Kabupaten Pesisir Selatan.

Setelah persoalan kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) di wilayah Tapan mencuat, aktivitas alat berat serupa kini terpantau di kawasan Sibungo, Kecamatan Silaut.

Di tengah bentang lahan yang disebut-sebut masuk kawasan HPK tersebut, satu unit excavator jenis Hitachi 110 dilaporkan telah beroperasi sejak awal Agustus 2026 hingga kini.

Keberadaan alat berat itu menimbulkan sejumlah pertanyaan, bukan hanya terkait legalitas aktivitas pembukaan lahan, tetapi juga menyangkut status kawasan serta dugaan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk menunjang operasional alat berat.

Informasi yang dihimpun dari lapangan menyebutkan, alat berat tersebut diduga milik seorang warga Lubuk Sanai, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, berinisial AS.

Seorang petani sawit yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan membenarkan adanya aktivitas alat berat di kawasan Sibungo. Ia juga menyebut alat berat tersebut diduga milik AS.

Menurutnya, excavator tersebut bukan baru beroperasi. Alat berat itu disebut telah cukup lama terlihat melakukan aktivitas di kawasan tersebut.

“Alat berat itu sudah lama beroperasi di sini,” ujarnya Senin 31 Agustus 202026.

Ia juga menyebutkan, lokasi aktivitas alat berat tersebut menurut informasi yang berkembang di tengah masyarakat berada dalam kawasan HPK.

Lebih jauh, ia mengatakan kawasan tersebut berada tidak jauh dari kawasan hutan lindung yang berfungsi sebagai penyangga pantai.

“Kalau menurut yang kami tahu, daerah itu masuk kawasan HPK dan berbatasan dengan kawasan hutan lindung penyangga pantai,” katanya.

Untuk memperoleh informasi yang berimbang, AS telah berulang kali dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler terkait dugaan kepemilikan excavator Hitachi 110 tersebut.

Konfirmasi tersebut sekaligus meminta penjelasan mengenai aktivitas alat berat, lokasi operasional, serta dugaan penggunaan Bahan Bakar Minyak ( BBM) Bersubsidi . Namun hingga berita ini diterbitkan, AS belum memberikan jawaban maupun klarifikasi atas sejumlah pertanyaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *