Diduga akibat Makanan Dapur MBG, Korban Keracunan Massal di Palupuh Agam Membengkak Jadi 334 Orang

Berita, Kesehatan, Terbaru171 Dilihat

Palupuh, InvestigasiPublik.com — Jumlah korban terdampak dugaan keracunan makanan yang bersumber dari pasokan produk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, mengalami lonjakan signifikan.

Berdasarkan hasil pendataan terbaru tim gabungan hingga Rabu (2/9/2026), total warga yang terpapar gejala keracunan tercatat membengkak hingga mencapai 334 orang.

Pendataan intensif tersebut dilakukan oleh tim gabungan pemerintah kecamatan di bawah instruksi langsung Camat Palupuh, Nong Rianto Dt. Maruhun, dengan koordinasi lapangan dipimpin Kasi Trantib Indra Jaya.

Dari total 334 korban yang terdata, rinciannya mencakup 273 orang murid Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Palupuh, 19 orang guru SD, 40 orang siswa SMPN 1 Palupuh, serta 2 orang guru SMPN 1 Palupuh.

Camat Palupuh, Nong Rianto Dt. Maruhun, mengonfirmasi bahwa seluruh jajaran kecamatan bersama instansi lintas sektoral telah diterjunkan ke lapangan guna memastikan percepatan penanganan medis sekaligus merampungkan validasi data korban.

“Sesuai arahan pimpinan, kami menggerakkan seluruh personel untuk turun langsung memantau perkembangan di lapangan. Penanganan medis serta pendataan warga terdampak menjadi prioritas utama kami bersama unsur terkait,” tegas Nong Rianto Dt. Maruhun.

Puncak Gejala Medis dan Penanganan Darurat Puskesmas

Nong Rianto menjelaskan, sebagian besar korban yang terdiri dari murid dan guru tersebut mengalami gejala klinis serupa, seperti mual, pusing, sakit kepala hebat, muntah-muntah, hingga diare.

Keluhan kesehatan tersebut mulai dirasakan secara bertahap oleh sejumlah siswa sejak Selasa (1/9) dan mencapai puncaknya pada Rabu (2/9).

Saat ini, mayoritas anak-anak serta tenaga pengajar yang terdampak telah mendapatkan pertolongan medis darurat di Puskesmas Palupuh, Puskesmas Pembantu (Pustu), maupun posko kesehatan darurat.

“Para korban yang mengalami gejala keracunan sudah ditangani secara intensif oleh tim medis Puskesmas Palupuh yang dibantu langsung oleh tim Dinas Kesehatan Kabupaten Agam. Sampel bahan makanan penyebab keracunan saat ini masih dalam proses pengujian laboratorium,” tambah Camat Palupuh.

Untuk mengantisipasi potensi penambahan korban, tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kecamatan Palupuh, Polsek, Koramil, petugas medis Dinkes, jajaran kepala sekolah, serta majelis guru terus menyisir pemukiman warga dan lingkungan sekolah.

Langkah respons cepat ini diharapkan dapat mengendalikan situasi darurat kesehatan masyarakat serta memastikan investigasi penyebab pasti peristiwa keracunan makanan ini berjalan transparan dan akuntabel. (kdj/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *