Dedikasi di Balik Kirab Bendera Pusaka HUT ke-81 RI: Amanah Besar Pembawa Simbol Negara

Berita, Nasional, Terbaru39 Dilihat

Jakarta, InvestigasiPublik.com — Di balik kemeriahan Kirab Bendera Pusaka dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), tersimpan kisah berharga tentang insan-insan yang menjalankan tugas dengan kebanggaan serta tanggung jawab penuh.

Salah satunya datang dari Bianca Alessia Christabella Lantang, Purna Paskibraka asal Sulawesi Utara yang dipercaya mengemban amanah membawa teks Proklamasi dalam prosesi penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih.

Kepercayaan besar tersebut melahirkan rasa gembira sekaligus rasa syukur yang mendalam. Bagi Bianca, membawa dokumen bersejarah bangsa bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan tugas penting yang menuntut keseriusan penuh.

“Tentunya sangat senang dan bersyukur, karena ini merupakan tugas yang menurut saya harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta keseriusan,” ujar Bianca.

Cerita penuh pengabdian juga diungkapkan oleh Nindya Eltsani Fawwaz, Purna Paskibraka 2025 asal Jambi. Dalam prosesi kirab dari Istana Merdeka menuju Monumen Nasional (Monas), Nindya mendapat kehormatan membawa duplikat Bendera Pusaka. Tugas tersebut menuntut tingkat konsentrasi penuh sepanjang jalur pergerakan pasukan.

“Rasanya tentu sangat mendebarkan, karena kami harus menjaga bendera agar tidak jatuh, tidak tersingkap angin, atau terlipat. Namun, kami harus tetap tenang dan mengumbar senyum saat membawa bendera tersebut,” ungkap Nindya.

Di sisi lain, keindahan dan kerapian kirab didukung penuh oleh kesiapan pasukan berkuda. Komandan Kavaleri sekaligus pemimpin pasukan berkuda, Kolonel Taufik Dwinova, menjelaskan bahwa sekitar 120 ekor kuda dikerahkan untuk mendukung kirab sesi pagi dan sore.

Formasi barisan kuda tersebut dirancang memuat makna filosofis, yakni Kelompok 17: Melambangkan tanggal kemerdekaan Republik Indonesia.

Kelompok 8: Mewakili bulan Agustus sebagai bulan kemerdekaan. Kelompok 81: Menjadi simbol usia HUT ke-81 Republik Indonesia.

“Harapannya, melalui persiapan matang yang  dilakukan jauh-jauh hari berbulan-bulan lamanya, apa yang ditampilkan dapat menjadi sajian terbaik yang menghibur masyarakat, serta menghadirkan kebanggaan bagi seluruh warga Indonesia,” kata Kolonel Taufik.

Peran strategis lain diemban oleh Kapten CPM (K) Vikita Putri, S.Tr.Han, yang dipercaya memimpin 45 personel pasukan motoris. Pasukan ini terdiri dari 15 personel wanita TNI dan 30 personel pria yang bergerak dalam formasi paruh lembing. Bagi Vikita, penunjukan tersebut menjadi kehormatan besar dalam perjalanan karir militernya.

“Perasaan saya terharu dan bangga atas kepercayaan yang diberikan tahun ini untuk menjadi Danki motoris dalam rangkaian HUT RI ke-81,” tuturnya.

Di balik ketegasan memimpin barisan, Vikita menyelipkan doa dan harapan untuk kedua buah hatinya, El dan Al, yang menjadi peniup semangat utamanya dalam bertugas.

“Pesan untuk anakku tersayang, El dan Al, kalian harus bangga pada ibu karena ibu bisa berdiri di titik ini berkat doa kalian. Semua tenaga ibu curahkan hari ini demi menjadi kebanggaan kalian,” ucapnya haru.

Kirab Bendera Pusaka bukan sekadar arak-arakan meriah yang menampilkan kereta kencana, pasukan berkuda, raungan motoris, serta ragam busana Nusantara. Lebih dari itu, ada kedisiplinan tinggi, latihan panjang, pengorbanan, serta rasa bangga dari orang-orang yang dipercaya mengawal simbol-simbol utama perjalanan sejarah bangsa. (*/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *