Oleh : Rahmanindya Siti Khadiva *)
Cuaca ekstrem dengan kondisi panas, kering, dan angin kencang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini demi menghindari kebakaran yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan harta benda.
Pencegahan kebakaran perlu dimulai dari lingkungan terdekat, terutama rumah dan tempat aktivitas masyarakat. Instalasi listrik, penggunaan peralatan elektronik, hingga sumber api terbuka harus menjadi perhatian serius.
Masyarakat diimbau untuk secara rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi aman. Penggunaan stop kontak secara bertumpuk maupun berlebihan juga perlu dihindari karena berpotensi memicu korsleting listrik.
Selain itu, sumber-sumber api seperti kompor, lampu, setrika, dan bahan mudah terbakar harus digunakan dengan penuh kehati-hatian. Pengisian daya telepon genggam saat ditinggal tidur juga sebaiknya dihindari untuk meminimalkan risiko gangguan pada perangkat listrik.
Kondisi cuaca panas dan kering juga menjadi perhatian dalam aktivitas pembakaran. Masyarakat diminta tidak membakar sampah atau melakukan aktivitas pembakaran lainnya, terutama ketika cuaca terik dan angin bertiup kencang.
Puntung rokok yang dibuang sembarangan juga dapat menjadi pemicu kebakaran, khususnya di kawasan dengan vegetasi atau material yang mudah terbakar.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat dianjurkan menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lokasi-lokasi yang memiliki potensi risiko kebakaran. Bahan-bahan mudah terbakar juga harus disimpan jauh dari sumber api.
Tak kalah penting, setiap keluarga dan lingkungan perlu menyiapkan jalur evakuasi apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Dalam kondisi darurat, masyarakat diminta untuk tidak panik dan segera melakukan evakuasi. Keselamatan diri dan orang-orang di sekitar harus menjadi prioritas utama sebelum melakukan upaya penyelamatan harta benda.
Masyarakat juga dapat segera menghubungi layanan darurat 112 untuk mendapatkan bantuan ketika terjadi kebakaran atau kondisi kedaruratan lainnya.
Pencegahan sejak dini menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko kebakaran. Dengan meningkatkan kewaspadaan, menggunakan peralatan secara aman, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu api, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman di tengah kondisi cuaca ekstrem.
“Lebih baik mencegah daripada menghadapi kerugian akibat kebakaran. Waspada terhadap sumber api dan jangan abaikan langkah-langkah keselamatan,” menjadi pesan penting bagi masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem saat ini.
*) Mahasiswi Fisipol Universitas Andalas Padang











