Cairkan Suasana Birokrasi, Jajaran Pemko Medan Berlomba Masak Nasi Goreng di Taman Cadika

Berita, Daerah, Terbaru42 Dilihat

Medan, InvestigasiPublik.com — Suasana Taman Cadika Medan Johor mendadak riuh dan dipenuhi aroma harum bumbu masakan, Minggu (23/8/2026). Jajaran pejabat Pemerintah Kota (Pemko) Medan berkumpul bukan untuk menggelar rapat koordinasi resmi, melainkan beradu ketangkasan mengolah bumbu dalam Lomba Memasak Nasi Goreng rangkaian Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan RI.

Kemeriahan memuncak saat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, turun langsung ke meja racik bersama Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap. Gelak tawa pecah di arena lomba lantaran momen tersebut menjadi pengalaman pertama bagi sejumlah pejabat tinggi untuk memasak nasi goreng secara mandiri.

Turut meramaikan kompetisi tersebut Penjabat (Pj) Sekda Erfin Fahrurrazi bersama seluruh pimpinan Perangkat Daerah, termasuk Kepala Dinas Kominfo Arrahmaan Pane. Para pejabat tampak sigap meracik bahan walau sesekali canggung mengendalikan besarnya api kompor.

“Nilai terpenting dari kegiatan ini adalah kebersamaan. Kita melihat para pejabat pria mampu menghasilkan kreasi masakan yang sangat menarik, ada yang memadukan nanas hingga labu. Ke depan, semangat kekompakan ini harus terus terjaga,” ujar Wali Kota Medan Rico Waas.

Animo peserta terpancar dari beragam inovasi penyajian hidangan nasi goreng. Setelah proses memasak selesai, para peserta menghias piring saji dengan bentuk-bentuk unik guna menarik perhatian dewan juri.

Dukungan bersahut-sahutan dari para rekan sejawat makin menghidupkan suasana perayaan hari kemerdekaan di area terbuka hijau tersebut.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiuddin Harahap mengungkapkan kekagumannya atas atmosfer kekeluargaan yang terbangun sepanjang acara. Ia mengaku momen ini menjadi catatan unik dalam perjalanan hidupnya.

“Ini pengalaman luar biasa karena baru pertama kali dalam hidup saya memasak nasi goreng sendiri. Acara ini sangat efektif dalam memupuk kebersamaan antardinas agar hubungan kerja harian semakin solid,” tutur Zakiuddin.

Melalui perayaan ini, Pemko Medan ingin menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan lewat upacara formal, melainkan juga melalui ruang interaksi informal yang humanis guna mempererat tali silaturahmi seluruh aparatur sipil negara. (*/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *