investigasipublik.com // Tanah Datar
Aroma kontestasi politik menuju Pemilu 2029 mulai terasa di Kabupaten Tanah Datar. Partai Golkar menjadi salah satu partai yang lebih awal mengonsolidasikan kekuatan dengan menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) Kecamatan Tanjung Baru dan Kecamatan Lintau Buo di Aula DPD Partai Golkar Tanah Datar, Sabtu (25/7/2026).
Mengusung tema “Membangun Sinergi dan Menguatkan Solidaritas Menuju Kesuksesan Pemilu Tahun 2029”, Muscam kali ini bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Forum tersebut menjadi langkah strategis Golkar untuk merapikan barisan, memperkuat struktur partai hingga tingkat kecamatan, sekaligus memanaskan mesin politik sejak dini dalam menghadapi pertarungan elektoral lima tahun mendatang.
Ketua DPD Partai Golkar Tanah Datar, Anton Yondra, menegaskan bahwa kemenangan tidak dibangun menjelang hari pemungutan suara, melainkan melalui kerja politik yang konsisten, organisasi yang solid, dan kader yang mampu hadir di tengah masyarakat.
“Pemilu 2029 dimulai hari ini. Tidak ada kemenangan yang datang secara tiba-tiba. Kemenangan harus dipersiapkan melalui konsolidasi organisasi, loyalitas kader, dan kerja nyata yang dirasakan masyarakat,” tegas Anton di hadapan peserta Muscam.
Menurutnya, kecamatan merupakan ujung tombak kekuatan politik partai. Karena itu, kepengurusan baru dituntut tidak hanya mampu menjalankan roda organisasi, tetapi juga menjadi motor penggerak yang aktif membangun komunikasi dengan masyarakat serta mengawal berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Anton mengingatkan bahwa persaingan politik ke depan akan semakin ketat. Hanya partai yang memiliki struktur kuat, kader militan, dan jaringan yang hidup hingga ke tingkat nagari yang mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kepercayaan publik.
“Muscam bukan sekadar memilih ketua. Ini adalah proses membangun fondasi kemenangan. Kita ingin melahirkan pemimpin yang mampu menggerakkan seluruh kader, menjaga soliditas, dan membawa Golkar semakin dekat dengan rakyat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader mengakhiri setiap perbedaan yang muncul dalam proses musyawarah. Baginya, dinamika organisasi merupakan bagian dari demokrasi, namun setelah keputusan diambil, seluruh kader wajib berdiri dalam satu barisan.
“Tidak boleh ada kubu-kubu setelah Muscam selesai. Yang ada hanya satu tujuan, yaitu membesarkan Partai Golkar dan memenangkan hati masyarakat Tanah Datar. Solidaritas adalah modal utama menghadapi pertarungan politik 2029,” katanya.
Muscam yang berlangsung secara demokratis akhirnya menetapkan Yussaiful Sutan Palawan sebagai Ketua Partai Golkar Kecamatan Tanjung Baru dan Budi Arfian sebagai Ketua Partai Golkar Kecamatan Lintau Buo untuk masa bakti 2026–2031.
Terpilihnya kedua kader tersebut dipandang sebagai bagian dari proses regenerasi yang akan memperkuat mesin partai di tingkat akar rumput. Mereka diharapkan mampu mengonsolidasikan kader, memperluas basis dukungan, serta membangun kerja-kerja politik yang lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat.
Ketua Panitia Ivonne Estherlie menyebut pelaksanaan Muscam menjadi bukti bahwa proses kaderisasi di tubuh Partai Golkar berjalan sehat dan demokratis. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan merupakan investasi politik jangka panjang yang akan menentukan kekuatan partai dalam menghadapi setiap kontestasi.
Dengan rampungnya Muscam di dua kecamatan tersebut, DPD Partai Golkar Tanah Datar menegaskan bahwa konsolidasi organisasi akan terus berlanjut hingga seluruh struktur partai bergerak dalam satu irama. Targetnya bukan sekadar membangun organisasi yang kuat, tetapi memastikan Golkar hadir sebagai kekuatan politik yang mampu merebut kembali kepercayaan rakyat dan tampil kompetitif pada Pemilu 2029(DA76)











