Pemprov Sumbar Tingkatkan Akustik Masjid demi Jamaah Nyaman

Berita, Daerah116 Dilihat

Padang, InvestigasiPublik.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mendorong peningkatan kualitas tata suara (akustik) masjid sebagai bagian dari upaya memakmurkan rumah ibadah. Kenyamanan jamaah dalam mendengarkan bacaan imam maupun khutbah dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kekhusyukan beribadah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, saat membuka Pelatihan Akustik Masjid (Batch III) Tahun 2026 yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Sumatera Barat di Hotel UNP Hospitality and Convention, Ruang Singgalang, Padang, Selasa (14/7/2026).

Dalam sambutannya, Arry menegaskan bahwa kualitas sistem tata suara di masjid tidak boleh dipandang sebagai persoalan teknis semata. Menurutnya, sistem akustik yang baik akan membantu jamaah mendengar bacaan imam, khutbah, maupun kajian agama secara jelas sehingga ibadah dapat berlangsung lebih khusyuk dan nyaman.

“Kenyamanan kita dalam beribadah di rumah Allah harus didukung fasilitas yang memadai. Jangan sampai imam membaca Al-Qur’an dengan indah, tetapi jamaah di bagian belakang tidak dapat mendengar dengan jelas,” ujar Arry.

Ia mengapresiasi konsistensi PW DMI Sumbar yang telah menyelenggarakan pelatihan tersebut hingga memasuki angkatan (batch) ketiga. Menurutnya, program ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang menjadikan masjid dan surau sebagai pusat pembinaan umat sesuai falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Ini kegiatan yang sangat baik. Harapan kita, masyarakat semakin nyaman datang ke masjid dan surau karena didukung kualitas akustik yang baik. Masjid yang nyaman akan semakin mendorong masyarakat untuk memakmurkannya,” katanya.

Arry menjelaskan bahwa kualitas suara di dalam masjid tidak hanya ditentukan oleh mahal atau murahnya perangkat sound system. Penempatan speaker, pengaturan sistem, karakteristik ruangan, hingga kemampuan operator dalam mengelola perangkat menjadi faktor penting dalam menghasilkan suara yang jernih dan merata.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saat ini terdapat sekitar 19.741 masjid dan musala yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus masjid dalam mengelola sistem tata suara dinilai perlu terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak rumah ibadah.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar kita memakmurkan masjid. Kalau suara imam dan khatib terdengar jelas, jamaah akan lebih nyaman mengikuti ibadah dan kajian,” ujarnya.

Selain meningkatkan kompetensi teknis peserta, Arry juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan sebagai sarana bertukar pengalaman dan mencari solusi atas berbagai persoalan akustik yang dihadapi di masjid masing-masing.

Pelatihan Akustik Masjid Batch III diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Peserta terdiri atas pengurus masjid, pengurus DMI, teknisi masjid, garin, serta pengelola rumah ibadah.

Kegiatan berlangsung selama satu hari dengan dua sesi pembelajaran yang diawali pre-test dan diakhiri post-test. Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam merancang, mengoperasikan, serta mengoptimalkan sistem akustik masjid agar menghasilkan kualitas suara yang jernih, merata, dan nyaman didengar oleh seluruh jamaah.

Pelatihan ini mendapat dukungan dari Paragon Corp, TOA, dan Bank Nagari.

Turut hadir pada pembukaan kegiatan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) H. Rofiqul Umam, Ketua PW DMI Sumbar Prof. Dr. KH. Ganefri, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat H. Mustapa, M.A., jajaran pengurus DMI, serta peserta pelatihan dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

(adpsb/cen/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *