297 Titik Api, 655 Kasus ISPA: Palembang Hadapi Dampak Karhutla dan Kekeringan

Berita, Daerah, Terbaru78 Dilihat

Palembang, InvestigasiPublik.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palembang. Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau langsung Posko Karhutla di Jalan Bypass Alang-Alang Lebar, Palembang, Senin (7/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Herman Deru menyerahkan bantuan peralatan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palembang sekaligus mengapresiasi kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan armada yang diterjunkan untuk menangani karhutla.

Herman Deru juga menyoroti banyaknya lahan pertanian, persawahan, serta lahan terbengkalai di wilayah Palembang yang terbakar akibat kondisi kekeringan.

Ia mengatakan akan mengusulkan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar status tanah-tanah terbengkalai tersebut ditata kembali sehingga dapat dikelola secara produktif dan tidak menjadi sumber potensi kebakaran.

“Partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan kebakaran serta sanksi hukum tegas akan diberlakukan bagi perorangan maupun perusahaan yang sengaja membakar lahan,” tegas Herman Deru.

Buka Kesempatan Jadi Relawan

Untuk memperkuat personel di lapangan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai relawan karhutla.

Relawan yang terlibat akan mendapatkan insentif harian sebesar Rp150.000 per hari.

Langkah tersebut diharapkan dapat menambah kekuatan personel dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko karhutla.

Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan Pemerintah Kota Palembang mencatat sebanyak 297 titik api sejak Januari hingga September 2026.

“Untuk mendekatkan jangkauan penanganan, disiagakan 30 armada pemadam di posko-posko terdekat,” ungkapnya.

Kabut Asap Picu Lonjakan ISPA

Dampak kekeringan dan kabut asap juga mulai dirasakan masyarakat dari sisi kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang, terjadi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Pada pekan pertama September 2026, tercatat 655 kasus ISPA di Kota Palembang. Di sejumlah puskesmas kecamatan, rata-rata terdapat 15 hingga 20 pasien ISPA yang berobat setiap hari.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak tetap berjalan optimal.

Distribusikan Air Bersih

Selain menghadapi karhutla dan dampak kabut asap, Pemkot Palembang juga mengambil langkah untuk mengatasi krisis air bersih akibat kekeringan.

Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak di tiga kecamatan, Pemkot Palembang bekerja sama dengan PDAM mengerahkan 30 tangki air bersih secara rutin.

Distribusi tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pasokan air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung.

Peninjauan Gubernur Herman Deru kemudian diakhiri dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada petugas Posko Satgas Karhutla.

Herman Deru selanjutnya mengecek fasilitas Ruang UGD 24 Jam di Puskesmas Alang-Alang Lebar untuk memastikan pelayanan dan penanganan pasien, khususnya penderita ISPA, berjalan secara optimal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemkot Palembang menegaskan penanganan karhutla, dampak kabut asap, dan kekeringan membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk pemerintah, petugas di lapangan, dunia usaha, dan masyarakat. (kss/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *