Tinjau Langsung Hunian Relokasi Eks Bantaran Rel, Presiden Prabowo Subianto Pastikan Pemenuhan Fasilitas Dasar Warga

Berita, Nasional, Terbaru44 Dilihat

Jakarta, InvestigasiPublik.com — Suasana malam di kawasan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026), mendadak hangat dan haru. Tanpa pemberitahuan protokoler ketat, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak (blusukan) untuk meninjau langsung kondisi tempat tinggal warga relokasi eks bantaran rel kereta api.

Kunjungan lapangan ini dilakukan Presiden Prabowo usai menyelesaikan serangkaian agenda resmi kenegaraan di Istana Merdeka. Di luar jadwal protokoler yang telah ditetapkan, Kepala Negara memilih turun langsung memastikan hasil penataan pemukiman warga perkotaan tersebut.

Kedatangan Kepala Negara disambut haru dan antusiasme tinggi dari para penghuni. Warga memanfaatkan momen berharga tersebut untuk menyampaikan apresiasi mendalam atas program relokasi hunian yang dinilai mengangkat harkat serta kualitas hidup mereka.

Presiden Prabowo tidak hanya menyapa warga dari luar, melainkan masuk dan mengecek langsung keandalan fasilitas dasar bangunan, termasuk jaringan distribusi air bersih di unit-unit hunian.

“Lancar airnya, ya?” tanya Presiden Prabowo Subianto saat memeriksa fasilitas hunian warga.

“Lancar, normal, Pak, alhamdulillah. Puji Tuhan sekarang aman, nyaman, dan sangat terbantu. Terima kasih banyak, Bapak Presiden dan PT KAI,” respon warga relokasi, Nuriah dan Siti Nurhalimah, menanggapi pertanyaan Presiden,

Bagi warga eks bantaran rel kereta api Senen, program relokasi ini memberi perubahan fundamental dari kerentanan bahaya keselamatan jalur kereta menuju kepastian tempat tinggal yang manusiawi.

Perhatian langsung Kepala Negara dalam memastikan kualitas air dan kelayakan infrastruktur dasar menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial serta pemenuhan hak atas pemukiman yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sinergi antara Pemerintah Pusat, BUMN (PT KAI), dan Pemerintah Daerah dalam menata kawasan rawan menjadi pemukiman tertata diharapkan menjadi rujukan urban renewal (peremajaan kota) bagi kawasan perkotaan padat lainnya di Indonesia. (stp/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *