Agam, InvestigasiPublik.com — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat II, Hj. Nevi Zuairina, menyampaikan dukungan atas dilantiknya Pengurus Cabang Institut Karate-Do Nasional (INKANAS) Kabupaten Agam Masa Bakti 2026–2030.
Kepengurusan baru INKANAS Agam dipimpin Mohammad Zulfikri, S.P. sebagai Ketua Pengcab. Berdasarkan proposal kegiatan, kepengurusan periode tersebut diarahkan untuk meningkatkan pembinaan atlet, mengembangkan prestasi karate, mempererat hubungan antar-dojo, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan olahraga.
Nevi mengapresiasi semangat kepengurusan baru tersebut. Menurutnya, organisasi olahraga tidak hanya berperan dalam pembinaan atlet, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk menanamkan disiplin, keberanian, sportivitas, dan tanggung jawab kepada generasi muda.
“Saya menyampaikan selamat kepada Bapak Mohammad Zulfikri beserta seluruh jajaran Pengcab INKANAS Agam Masa Bakti 2026–2030. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan menjadi energi baru untuk memperkuat pembinaan karate di Kabupaten Agam, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda kita,” ujar Nevi.
Ia menilai semangat “Bersatu, Berprestasi, Berkarakter Menuju INKANAS Kabupaten Agam yang Profesional dan Berdaya Saing” sejalan dengan upaya pembinaan olahraga secara berkelanjutan.
Pelantikan Pengcab INKANAS Agam Masa Bakti 2026–2030 tersebut dilaksanakan pada 19 September 2026 di Surau Kakbah Islamic Center Panampuang.
Nevi berharap kepengurusan baru dapat memperluas pembinaan atlet sejak usia dini, meningkatkan kualitas latihan, serta membuka kesempatan yang lebih luas bagi karateka Agam untuk mengembangkan kemampuan dan mengikuti berbagai ajang prestasi.
“Prestasi tentu penting, tetapi nilai yang tidak kalah penting adalah karakter. Karate mengajarkan disiplin, penghormatan, ketekunan, dan kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai inilah yang kita harapkan tumbuh kuat pada generasi muda Agam,” katanya.
Legislator dari Sumatera Barat II itu juga mendorong kolaborasi antara INKANAS, pemerintah daerah, Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pelatih, orang tua, dan masyarakat.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak diperlukan agar proses pembinaan atlet dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.











