Lahat, InvestigasiPublik.com — Seorang pria bernama Andy Tamansyah (47), karyawan swasta asal Desa Tanjung Payang, Kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat, meninggal dunia setelah ditemukan mengalami luka pada bagian dada di kawasan Jalan Mayor Ruslan I, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Lahat, Senin (21/9/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar area parkir Warung Seafood Ikan Bakar “Permata” atau warung nasi pecel lele di Jalan Mayor Ruslan I. Polisi menerima informasi kejadian sekitar pukul 19.50 WIB.
Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto, S.I.K., M.I.K., melalui Humas Polres Lahat Aiptu Lispono, S.H., mengatakan korban ditemukan tergeletak di area parkir dengan luka pada bagian dada.
“Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di sekitar lokasi parkiran. Dari hasil informasi awal yang dihimpun petugas di lapangan, korban mengalami luka pada bagian dada dan kemudian dinyatakan meninggal dunia,” ujar Lispono.
Salah seorang saksi, Efransyah alias Baron (39), yang bekerja sebagai juru parkir, mengaku baru tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB. Saat datang, ia mendapati Andy sudah tergeletak dan dalam kondisi meninggal dunia.
Efransyah mengaku tidak mengetahui secara langsung bagaimana peristiwa tersebut terjadi. Namun, ia melihat adanya luka pada bagian dada korban.
Setelah mengetahui kejadian itu, saksi kemudian menyampaikan informasi kepada pihak terkait dan menjemput istri korban di Desa Tanjung Payang.
Menurut keterangan sementara, korban merupakan juru parkir tambahan yang membantu rekannya, Farizal. Keduanya disebut diminta membantu karena area parkir di lokasi tersebut cukup panjang.
Saat korban ditemukan, Farizal diketahui sudah tidak berada di lokasi dan korban berada seorang diri di area parkir.
Saksi lainnya, S. Anita Putri Dewi (27), karyawan warung, mengatakan dirinya sedang bekerja menggoreng ikan ketika seorang pembeli yang tidak dikenalnya memberitahukan adanya seseorang terjatuh di depan warung.
Anita kemudian melihat ke lokasi dan mendapati seorang pria tergeletak sambil memegang bagian dada. Ia juga melihat adanya darah pada tubuh korban.
Saksi mengenali korban sebagai juru parkir yang biasa berada di depan warung dan dikenal dengan panggilan Pak De Jukir.
Anita bersama dua karyawan lainnya tidak berani memberikan pertolongan secara langsung. Tidak lama berselang, sejumlah warga mulai berdatangan ke lokasi.
Petugas Polres Lahat yang mendapat laporan kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal. Polisi mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya pakaian, jaket dan topi.
Korban kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Lahat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
“Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Kabupaten Lahat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Berdasarkan informasi sementara, korban mengalami luka tusuk pada bagian dada sebelah kanan yang diduga berkaitan dengan meninggalnya korban,” kata Lispono.
Polisi selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, mendokumentasikan lokasi kejadian serta mencari rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar TKP.
Penyidik Satreskrim Polres Lahat masih mendalami perkara tersebut untuk mengungkap rangkaian kejadian, termasuk pihak yang terlibat dan penyebab peristiwa.
“Keterangan para saksi serta barang bukti yang telah diamankan menjadi bagian dari proses penyelidikan,” ujar Lispono.
Polres Lahat mengimbau masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar menyampaikannya kepada kepolisian. Informasi masyarakat diharapkan dapat membantu proses penyelidikan.
Polres Lahat memastikan penanganan perkara masih berjalan. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah penyidik memperoleh hasil pemeriksaan dan penyelidikan secara lengkap. (EY)







