Agam, InvestigasiPublik.com — Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai prosesi pengukuhan Kesatuan Suku Malayu (KASUMA) 10 Payuang KAN Tanjung Sani, yang berlangsung di Gedung MIN Dalko, Jorong Koto Panjang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Minggu (13/9/2026).
Kepengurusan KASUMA periode 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam sebuah momentum yang tidak hanya menjadi seremoni organisasi, tetapi juga menandai komitmen bersama untuk memperkuat persatuan Suku Malayu Salingka Danau Maninjau.
Amanah Membimbing Anak Kemenakan
Pengurus KASUMA yang baru dikukuhkan menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah untuk membimbing dan memperhatikan kepentingan anak kemenakan, sekaligus menjaga hubungan persaudaraan di tengah masyarakat Suku Malayu Salingka Danau.
Peran ninik mamak dinilai penting dalam menjaga nilai-nilai adat serta menjadi bagian dari upaya menghadapi berbagai dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Dihadiri Tokoh Adat dan Pemerintahan
Prosesi pengukuhan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Agam, Camat Tanjung Raya, para Wali Nagari Salingka Danau, Ketua KAN Tanjung Sani, serta sejumlah tokoh adat.
Kehadiran para pemangku adat dan unsur pemerintahan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap keberadaan KASUMA sebagai wadah silaturahmi dan persatuan masyarakat adat Suku Malayu.
Turut hadir Ketua PSMM Kabupaten Agam, Yannavis Surya Dt Mangiyang, bersama seluruh Ninik Mamak Salingka Danau Kecamatan Tanjung Raya.
Dari unsur tokoh Suku Malayu Paliko, hadir Indra Budi Dt Kakayan dari Payakumbuh yang juga merupakan anggota Dewan Pengawas PSMM Sumatera Barat.
Berada di Bawah Naungan PSMM
Secara struktural, KASUMA berada di bawah payung organisasi Rumah Gadang Persatuan Suku Melayu Minangkabau (PSMM) Sumatera Barat serta PSMM Kabupaten Agam.
Kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai daerah dalam prosesi tersebut turut memperlihatkan adanya jejaring silaturahmi dan kebersamaan masyarakat Suku Malayu lintas wilayah.
Perkuat Peran Ninik Mamak
Dalam sambutan yang disampaikan pada acara tersebut, para tokoh adat menekankan pentingnya peran ninik mamak dalam menjaga marwah adat Minangkabau dengan berpegang pada falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
KASUMA diharapkan tidak berhenti sebagai organisasi secara struktural, tetapi mampu menjadi wadah yang aktif dalam memperkuat persatuan, menyelesaikan persoalan sosial kemasyarakatan, serta memberikan perhatian terhadap perkembangan anak kemenakan.
Sinergi dengan Pemerintah Nagari
Keberadaan KASUMA juga diharapkan dapat membangun sinergi dengan pemerintah daerah, kecamatan, maupun pemerintahan nagari.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai program pembangunan yang tetap berorientasi pada pelestarian kebudayaan lokal dan penguatan nilai-nilai adat Minangkabau.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan periode 2026–2031, Suku Malayu Salingka Danau diharapkan mampu menjalankan program kerja yang terarah dan memberikan manfaat nyata bagi anak kemenakan serta masyarakat.
Nazaruddin Dt Rajo Nan Gadang Pimpin KASUMA
Ketua Umum PSMM Sumatera Barat sekaligus Ketua KASUMA yang dikukuhkan, Nazaruddin, S.Sos., Dt Rajo Nan Gadang, menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab.
Kepengurusan baru KASUMA periode 2026–2031 bertekad menjadikan organisasi tersebut sebagai salah satu wadah penguatan persatuan Suku Malayu sekaligus turut menjaga keberlangsungan adat dan budaya Minangkabau di Kabupaten Agam.
(LN/Dedi)











