Palembang, InvestigasiPublik.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya bagi kalangan akademisi dan gerakan mahasiswa dalam menangani ancaman bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Gubernur Sumsel H. Herman Deru secara langsung mengajak Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Mahasiswa Cipayung Plus untuk terlibat aktif dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla Sumsel.
Pernyataan strategis tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima audiensi perwakilan Mahasiswa Cipayung Plus Sumsel di Ruang Rapat Bina Praja, Senin (24/8/2026).
“Saya bangga atas kepedulian adik-adik Cipayung Plus. Pemprov Sumsel membutuhkan masukan dari seluruh pihak agar langkah pencegahan tidak sia-sia. Terdapat 10 kabupaten yang memiliki potensi kebakaran dari skala ringan hingga berat,” tegas Herman Deru, Selasa (25/8/2026).
Gubernur mengundang perwakilan mahasiswa untuk memonitor langsung posko komando satgas agar aksi mitigasi berjalan komprehensif.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumsel, Dr. M. Iqbal Alisyahbana, S.STP., M.M., memaparkan bahwa penanganan Karhutla dilakukan melalui strategi promotif, preventif, hingga rehabilitatif.
Sebanyak 1.101 posko telah didirikan dengan menyiagakan 11.026 personel gabungan. Aksi lapangan meliputi pemadaman darat, water bombing, pemantauan udara, pendinginan lahan, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Sementara itu, Ketua PMII Sumsel, Syaidina Ali, mewakili rombongan Cipayung Plus menyambut baik keterbukaan Pemprov Sumsel.
“Aksi kami lahir dari kekhawatiran atas meningkatnya ancaman ISPA serta terganggunya aktivitas persekolahan anak-anak akibat asap. Kami siap bersinergi membantu mitigasi bencana di lapangan,” ujar Syaidina Ali. (kss/min)







