Sikapi Karhutla dan Kabut Asap, Bupati Muaro Jambi Dampingi Menhut Raja Juli Antoni

ZMuaro Jambi, InvestigasiPublik.com — Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, SP.MM.M.Si., menghadiri rapat koordinasi khusus dalam rangka kunjungan kerja Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, S.E., M.E.

Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Markas Manggala Agni Daops Sumatera IX/Kota Jambi, Jalan Lingkar Barat I, Kenali Asam Bawah, Kota Jambi, Selasa (25/8/2026).

Fokus pembahasan dalam pertemuan tingkat tinggi ini menitikberatkan pada percepatan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat akibat dampak kekeringan cuaca di wilayah Provinsi Jambi.

Dalam paparan resminya, Bupati Bambang Bayu Suseno memetakan kondisi teknis Kabupaten Muaro Jambi yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi. Dari total 11 kecamatan, sebanyak 8 kecamatan teridentifikasi sangat rentan, meliputi area 42 hektare lahan mineral serta 255 hektare kawasan gambut.

“Dengan koordinasi lintas sektor bersama Manggala Agni, TNI, Polri, dan warga, Pemkab Muaro Jambi terus melakukan pemadaman cepat begitu laporan titik api diterima. Kecepatan merespons menjadi kunci utama agar api tidak kian meluas,” tegas Bupati Bambang Bayu Suseno.

Dampak Kualitas Udara dan Dukungan Armada Water Bombing Pusat

Selain fokus pada penanganan pemadaman di lokasi titik api, Pemkab Muaro Jambi menaruh perhatian serius terhadap dampak pencemaran udara akibat kabut asap.

Saat ini Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Muaro Jambi telah menyentuh angka sekitar 200 (kategori tidak sehat).

Guna melindungi kesehatan generasi muda dan masyarakat umum, Pemkab Muaro Jambi mengambil langkah antisipatif dengan meliburkan sementara aktivitas belajar tatap muka bagi anak PAUD, TK, hingga jenjang SMP.

Selain itu, sebanyak 35.000 unit masker kesehatan telah disalurkan secara merata ke sekolah, puskesmas, rumah sakit, serta sarana publik.

Sementara itu, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kehutanan memberikan dukungan percepatan dengan menerjunkan penambahan armada udara berupa satu unit pesawat water bombing guna memaksimalkan operasi pemadaman jalur udara di titik-titik yang sulit dijangkau moda darat. (kmj/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed