Refleksi Bencana dan Kesiapsiagaan Musim Hujan, Pemko Medan Terima Audiensi IOM

Berita, Daerah, Terbaru69 Dilihat

Medan, InvestigasiPublik.com — Pengalaman pahit bencana banjir besar yang melanda Kota Medan pada tahun lalu menjadi bahan evaluasi mendasar bagi Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Waas dan Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap. Memasuki siklus musim hujan pada September, Pemko Medan kian mengintensifkan kesiapsiagaan sistemik sekaligus mempererat kolaborasi bersama lembaga internasional.

Langkah penguatan tersebut mengemuka saat Wawako Medan Zakiyuddin Harahap menerima audiensi dari International Organization for Migration (IOM) di Balai Kota Medan, Jumat (28/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Zakiyuddin menyampaikan apresiasi mendalam kepada IOM yang telah berkontribusi aktif membantu Pemko Medan dan warga terdampak saat krisis banjir melanda kawasan perkotaan tahun lalu.

Zakiyuddin menegaskan bahwa Pemko Medan telah menggelar koordinasi lintas sektoral secara berkala guna memastikan infrastruktur penampungan, drainase, dan evakuasi siaga penuh, sehingga kejadian bencana serupa tidak terulang kembali.

“Bencana besar menuntut kerja keras serta kesiapsiagaan bersama. Pengalaman banjir lalu membuktikan betapa krusialnya solidaritas kemanusiaan. Kami berterima kasih atas bantuan IOM dan berkomitmen memperkuat koordinasi pencegahan agar Medan lebih siap menghadapi musim hujan,” ujar Wakil Wali K H. Zakiyuddin Harahap.

Aksi Kemanusiaan Pengungsi Mancanegara Bantu Warga Lokal

Sementara itu, Chief of Mission IOM Indonesia, Jeffrey Labovitz, memaparkan bahwa populasi pengungsi mancanegara di Kota Medan saat ini tercatat sekitar 1.000 orang, menyusut dari angka sebelumnya yang mencapai 2.200 orang. Para pengungsi tersebut berasal dari 15 negara, dengan populasi terbesar asal Afganistan dan Somalia.

Jeffrey mengungkapkan momentum paling berkesan terjadi saat banjir besar tahun lalu, di mana para pengungsi mancanegara secara sukarela turun ke lapangan membantu warga lokal. Mereka bahu-membahu membersihkan kediaman warga lanjut usia yang terendam lumpur.

Aksi solidaritas ini membuktikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan melampaui batas kewarganegaraan. IOM turut mengapresiasi keterbukaan Pemko Medan yang terus konsisten memberikan perlindungan serta ruang hidup yang ramah bagi para pengungsi. (kmd/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *