Pertama di Sumbar, Bawaslu Pesisir Selatan Luncurkan Majalah Digital Suara Pengawasan

Berita, Politik, Terbaru52 Dilihat

Painan, InvestigasiPublik.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pesisir Selatan—Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan meluncurkan majalah digital Suara Pengawasan, pada Senin (17/08), bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-8 Bawaslu kabupaten/kota se-Indonesia.

Peluncuran berlangsung di ruang media center kantor setempat dan dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhamad Khadafi, melalui zoom meeting.

Turut hadir dalam launching yaitu Kepala Diskominfo Pesisir Selatan, Wendi dan Ketua KPU Pesisir Selatan, Aswandi.

Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Afriki Musmaidi, saat meresmikan Suara Pengawasan mengatakan, peluncuran majalah digital menjadi momentum untuk mengoptimalkan pendidikan kepemiluan melalui ruang digital.

“Dengan semangat kemerdekaan dan semangat delapan tahun hadirnya Bawaslu kabupaten/kota, ini menjadi momentum bagi kami untuk terus mengoptimalkan pendidikan kepemiluan secara digital,” ujar Afriki.

Ia mengatakan, pascapelaksanaan Pemilu dan Pemilihan 2024, Bawaslu Pesisir Selatan terus berupaya mengambil bagian dalam menjaga keberlanjutan pendidikan demokrasi dan kepemiluan di daerah.

Upaya tersebut, kata Afriki, diwujudkan melalui sejumlah inovasi yang diinisiasi melalui forum pleno lembaga. Inovasi yang dimaksud salah satunya program Kelas Pemilu yang diarahkan untuk memperluas pendidikan politik dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kepemiluan.

Sementara Suara Pengawasan, lanjutnya, berawal dari diskusi mengenai pengembangan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) bersama Diskominfo setempat.

“Dari diskusi pengembangan PPID bersama Dinas Kominfo, kemudian muncul gagasan untuk menghadirkan sebuah media yang dapat mendokumentasikan sekaligus menyampaikan informasi mengenai kerja-kerja pengawasan kepada masyarakat,” katanya.

Anggota Bawaslu Sumatera Barat, Muhamad Khadafi, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Bawaslu Pesisir Selatan karena telah melibatkan pemerintah daerah melalui Dinas Kominfo.

Menurutnya, sejak Bawaslu Sumatera Barat berdiri, kehadiran majalah digital seperti Suara Pengawasan menjadi sesuatu yang baru dan patut diapresiasi.

“Sejak Bawaslu Provinso Sumatera Barat hadir, ini pertama kali hadir majalah digital. Sejarah sangat terkait erat dengan tulisan,” kata Khadafi.

Ia menilai keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi penghalang bagi lembaga untuk berinovasi. Menurutnya, inovasi lebih banyak ditentukan oleh semangat, komitmen, dan keberanian untuk memulai.

“Dengan keterbatasan anggaran, inovasi yang dibuat Bawaslu Pesisir Selatan menyampaikan pesan untuk berinovasi cukup membutuhkan semangat dan komitmen. Kemudian, ada legacy sejarah yang ditinggalkan nantinya,” ujarnya.

Khadafi juga menyoroti kecenderungan masyarakat yang masih memandang Pemilu sebatas momentum pemungutan suara. Padahal, proses kepemiluan berlangsung jauh lebih panjang dan melibatkan berbagai tahapan.

“Kecenderungan masyarakat kita melihat Pemilu itu hanya pada hari pemungutan suara saja. Padahal, secara konstitusional Pemilu diselenggarakan jauh sebelum hari pemungutan suara,” katanya.

Oleh karenanya, menurut Khadafi, pendidikan kepemiluan harus dilakukan secara berkelanjutan dan menggunakan berbagai kanal komunikasi yang sesuai dengan karakter masyarakat, termasuk media digital.

Ia juga mengapresiasi program Kelas Pemilu yang lebih dahulu diinisiasi Bawaslu Pesisir Selatan. Program tersebut, menurut ingatannya, mulai dikembangkan melalui kegiatan tatap muka sejak Juli 2025.

“(Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan juga pertama kali menginisiasi program tatap muka berbentuk Kelas Pemilu. Seingat saya, dimulai sejak Juli 2025 kan,” ujarnya.

Kepala Sekretariat Bawaslu Pesisir Selatan, Rinaldi, mengatakan Suara Pengawasan edisi perdana memuat sekitar 70 berita serta sejumlah artikel dan opini yang berkaitan dengan aktivitas kelembagaan, pengawasan Pemilu, dan pendidikan demokrasi.

“Majalah ini tentu belum sempurna karena dikerjakan dalam waktu kurang lebih tiga minggu. Tetapi kami berupaya menghadirkan informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas dan kerja-kerja lembaga pengawas Pemilu kepada masyarakat,” kata Rinaldi.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Kepala Diskominfo Pesisir Selatan yang turut mendorong pengembangan media digital tersebut.

Kepala Diskominfo Pesisir Selatan, Wendi, mengatakan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan sebelumnya juga telah mengembangkan majalah digital dan telah menerbitkan empat edisi.

Menurutnya, optimalisasi informasi digital menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung transformasi pemerintahan berbasis elektronik. Ia menyebut Kabupaten Pesisir Selatan kini berada pada posisi sepuluh besar secara nasional dalam capaian Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Ke depan, berbagi informasi dan penyampaian informasi digital harus terus kita optimalkan. Salah satunya melalui majalah digital seperti ini dan berbagai platform media sosial,” ujarnya.

Wendi berharap inovasi tersebut dapat memperkuat posisi Pesisir Selatan sebagai daerah yang terus bergerak menuju transformasi digital.

Ia juga menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap publikasi Suara Pengawasan. Video peluncuran majalah digital tersebut, kata dia, akan turut ditayangkan melalui videotron sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.

“Harapannya Pesisir Selatan menjadi kabupaten digital terbaik,” katanya.

Ketua KPU Pesisir Selatan, Aswandi, turut mengapresiasi peluncuran Suara Pengawasan. Ia menilai Bawaslu dan KPU merupakan bagian dari satu kesatuan penyelenggara Pemilu yang memiliki tanggung jawab bersama untuk memberikan informasi dan mencerdaskan masyarakat.

Ia berharap majalah digital tersebut tidak berhenti pada edisi perdana. “Jangan sampai pada edisi ini saja. Terus memberikan informasi dan mencerdaskan publik. Atas nama KPU Kabupaten Pesisir Selatan, kami ikut bangga. Selamat atas peluncuran Suara Pengawasan,” tutup Aswandi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *