Padang, Pariaman, InvestigasiPublik.com — Sebanyak 73 Wali Nagari resmi dilantik oleh Bupati Padang Pariaman, Dr. Jhon Kenedi Aziz, S.H., M.H., dalam prosesi khidmat yang dipusatkan di Ibu Kota Kabupaten (IKK) Parit Malintang, Rabu (26/8/2026).
Pelantikan serentak ini menjadi momentum krusial penataan tata kelola pemerintahan berbasis nagari. Pengambilan sumpah jabatan tersebut menegaskan amanah besar bagi para Wali Nagari untuk menghadirkan kerja nyata, pelayanan publik yang responsif, serta kebijakan yang berpihak kepada kesejahteraan warga.
Bupati Padang Pariaman, Jhon Kenedi Aziz, menekankan bahwa pemerintah nagari merupakan ujung tombak sekaligus motor penggerak utama kemajuan daerah.
Nagari diminta tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik infrastruktur, melainkan wajib memperkuat sektor ekonomi kerakyatan, meningkatkan mutu pendidikan, serta memfasilitasi pemberdayaan generasi muda.
“Pemerintahan daerah yang kuat berawal dari pemerintahan nagari yang kokoh. Pertumbuhan penduduk di nagari harus dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM, pembukaan lapangan kerja, serta pelayanan publik yang prima agar nagari kita makin berdaya saing,” tegas Dr. Jhon Kenedi Aziz, Rabu (26/8/2026).
Akuntabilitas Pengelolaan Anggaran dan Pemetaan Potensi Lokal
Bupati Jhon Kenedi Aziz juga mewanti-wanti para kepala desa adat tersebut terkait krusialnya transparansi pengelolaan Keuangan Nagari.
Setiap alokasi dana desa wajib dikelola secara akuntabel, tepat sasaran, serta bebas dari penyelewengan maupun kepentingan kelompok. Kepemimpinan nagari diinstruksikan untuk terbuka terhadap kritik warga sebagai instrumen pengawasan publik.
Di samping itu, Wali Nagari dituntut jeli melihat potensi unggulan wilayah masing-masing, baik pada sektor pertanian, perdagangan, UMKM, pariwisata, hingga penguatan kapasitas pemuda.
Prosesi pelantikan ini turut dihadiri perwakilan Gubernur Sumatera Barat, jajaran Polres Padang Pariaman, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Padang Pariaman sebagai sinergi lintas sektor.
“Ukuran keberhasilan Wali Nagari bukan terletak pada megahnya seremonial pelantikan, melainkan pada seberapa besar manfaat nyata yang dirasakan masyarakat serta keterbukaan dalam mengelola anggaran,” pungkas Bupati. (ppg/min)











