Korban Jiwa Gempa M7,7 Flores Bertambah Jadi 91 Orang, BNPB Catat 161 Ribu Warga Mengungsi

Berita, Nasional, Terbaru69 Dilihat

Jakarta, InvestigasiPublik.com — Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M)7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah 4 orang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi total korban jiwa hingga kini telah mencapai 91 orang.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa penambahan korban jiwa terdata dari hasil penyisiran tim penyelamat gabungan di lapangan.

“Total korban meninggal dunia bertambah dari hari sebelumnya menjadi 91 jiwa. Sebaran terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 32 jiwa dan Manggarai Timur 31 jiwa,” terang Berton SP Panjaitan dalam keterangan resminya, Minggu (23/8/2026).

Sebaran Korban dan Sebaran Pengungsi di Tujuh Kabupaten

Berdasarkan data rinci BNPB, rincian korban meninggal dunia meliputi Kabupaten Manggarai (32 jiwa), Manggarai Timur (31 jiwa), Nagekeo (14 jiwa), Sikka (6 jiwa), Ngada (5 jiwa), Ende (2 jiwa), dan Manggarai Barat (1 jiwa).

Dari demografi korban, sebanyak 40 orang berjenis kelamin laki-laki, 48 perempuan, serta 3 korban lainnya masih menjalani proses identifikasi medis. Berdasarkan kelompok umur, kelompok lanjut usia (lansia) mencatatkan angka tertinggi yakni 39 jiwa.

Analis kebencanaan mengungkapkan bahwa 51 persen korban jiwa meninggal akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa runtuhan konstruksi bangunan yang roboh, sementara 49 persen sisanya disebabkan dampak tidak langsung.

Selain korban jiwa, BNPB mencatat 1,286 warga mengalami luka-luka dengan konsentrasi terbanyak di Manggarai Timur dan Manggarai Barat. Sementara itu, gelombang pengungsi terus bertambah meluas.

“Jumlah warga yang mengungsi saat ini melonjak menjadi 161.084 jiwa. Tiga wilayah pengungsian terbesar berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 46.519 jiwa, Nagekeo 34.256 jiwa, serta Manggarai Timur 31.372 jiwa,” tambah Berton.

Pemerintah pusat bersama unsur TNI-Polri dan relawan terus mendistribusikan logistik darurat, tenda pengungsian, serta fasilitas sanitasi guna memenuhi kebutuhan dasar ratusan ribu warga di kamp pengungsian. (*/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *