Gubernur Sambut Evaluator UNESCO: Bawa Geopark Ranah Minang Silokek Menuju Panggung Dunia

Berita, Terbaru46 Dilihat

Padang, InvestigasiPublik.com, — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah untuk membawa Geopark Ranah Minang Silokek meraih pengakuan internasional sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark. Komitmen strategis tersebut disampaikan sewaktu menyambut kedatangan dua tim evaluator resmi UNESCO, Prof. Jeon Yang Mun dari Korea Selatan dan Nicolas Klee dari Prancis, di Istana Gubernuran Padang, Minggu malam (16/8/2026).

Mahyeldi menekankan bahwa rangkaian prosesi penilaian ini bukan sebatas verifikasi teknis administratif, melainkan panggung pembuktian atas keseriusan Pemprov Sumbar dan Pemkab Sijunjung dalam menjaga warisan kebumian, keanekaragaman hayati, kebudayaan lokal, serta kesejahteraan warga.

“Momen penilaian ini sangat bernilai. Evaluasi lapangan ini bukan sekadar urusan teknis menilai kawasan, melainkan kesempatan emas memperlihatkan kepada dunia internasional komitmen nyata kita dalam memelihara alam,” tegas Gubernur Mahyeldi.

Gubernur menguraikan bahwa Geopark Ranah Minang Silokek bukan sekadar destinasi tamasya, melainkan warisan peradaban yang wajib dikelola lewat empat pilar utama: konservasi, edukasi, pembangunan berkelanjutan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kekuatan utama Silokek bertumpu pada perpaduan tiga potensi luar biasa, yakni geodiversity (keragaman geologi berupa tebing karst dan lembah), biodiversity (kekayaan flora-fauna hutan Batang Kuantan), serta cultural diversity (tatanan adat Minangkabau ditiap lestari).

Mahyeldi mengibaratkan Silokek sebagai “buku sejarah bumi” ditiap terbuka. Pengembangannya menjadi bagian integral dari Visi Long-Term RPJPD Sumbar 2025–2045 menuju Green Province.

“Geopark Silokek bukan program berdiri sendiri, melainkan fondasi pembangunan Sumatera Barat berbasis keterjagaan ekosistem. Ada lima komitmen utama kita: konservasi, pendidikan, pembangunan berkelanjutan, ekonomi warga, serta ketangguhan bencana,” lanjutnya.

Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, menambahkan bahwa ikhtiar menuju jaringan geopark dunia ini telah dirintis sejak 2018. Pihaknya optimistis tim penilai dapat memberikan rekomendasi objektif bagi kemajuan pariwisata daerah.

Sementara itu, evaluator UNESCO Prof. Jeon Yang Mun menyatakan kedatangan timnya bertujuan untuk berdiskusi, berbagi pengalaman tata kelola, serta memberikan masukan constructively tanpa berniat menghakimi. (*/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *