Jakarta, InvestigasiPublik.com — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi tingkat perekonomian masyarakat di Sumatera Barat. BAZNAS RI resmi menyiapkan penguatan dua program unggulan, yakni Lumbung Pangan BAZNAS dan Balai Ternak BAZNAS, di Kabupaten Lima Puluh Kota guna mendukung realisasi kawasan Central of Agro.
Langkah strategis ini dirancang untuk membangun ekosistem pertanian serta peternakan yang terintegrasi secara hulu hingga hilir. Program ini ditujukan demi memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengentaskan kemiskinan dengan mengubah status mustahik menjadi muzakki secara berkelanjutan.
Kepastian dukungan penuh tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI, Dr. H. Mokhamad Mahdum, SE, M.Si, Ak, CA, CPA, CICA, saat menerima kunjungan kerja Bupati Lima Puluh Kota, Safni, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
“BAZNAS siap bersinergi penuh mendukung potensi besar sektor pertanian dan peternakan di Lima Puluh Kota. Melalui program Lumbung Pangan dan Balai Ternak, kita ingin menghadirkan ekosistem usaha rakyat yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Dr. H. Mokhamad Mahdum.
Sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Lima Puluh Kota selama ini menjadi pilar utama penopang ekonomi masyarakat. Dengan masuknya program intervensi zakat produktif BAZNAS, para petani dan peternak kecil akan mendapatkan pendampingan teknis, bantuan modal usaha, serta akses jaringan pemasaran yang lebih luas.
Bupati Lima Puluh Kota, Safni, memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat dan kepedulian BAZNAS RI terhadap pengembangan kawasan Central of Agro di daerahnya.
Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota berkomitmen menyiapkan sarana pendukung serta menjamin kemudahan fasilitasi di lapangan agar alokasi bantuan zakat produktif dapat tersalurkan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan pendapatan warga kurang mampu.
“Kolaborasi bersama BAZNAS RI merupakan angin segar bagi percepatan pembangunan ekonomi pedesaan di Lima Puluh Kota. Penguatan sektor agrobisnis ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan ekstrem di daerah kami,” tutur Bupati Safni. (*/min)






