Bangkit Pasca Galodo, 148 UMKM Tanah Datar Dapat Suntikan Rp765 Juta: Dari Pelatihan Digital Hingga Bantuan Alat Produksi

Daerah167 Dilihat

investigasipublik.com // Tanah Datar

Upaya percepatan pemulihan ekonomi pasca bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tanah Datar terus digenjot. Sebanyak 148 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak banjir, banjir bandang (Galodo), tanah longsor dan angin kencang pada November 2025 lalu kini menjadi prioritas program revitalisasi dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.

Program strategis tersebut bersumber dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 dengan total pagu Rp765.000.000,- dan berada di bawah Sub Kegiatan Pemberdayaan Kelembagaan Potensi dan Pengembangan Usaha Mikro pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Tanah Datar.

Kepastian program ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Dinas KUKMP Kabupaten Tanah Datar, Busnika Hamdi, ST, MT, didampingi Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Doni, SE, saat jumpa pers di sela kegiatan Pelatihan Digitalisasi Pemasaran Produk UMKM di UPT SMP 2 Batipuh Selatan, Kecamatan Batipuh Selatan, Senin (19/10/2026).

Menyasar 5 Kecamatan dan 9 Nagari Terdampak Terparah

Busnika Hamdi memaparkan, pendataan yang dilakukan pasca bencana November 2025 mencatat ada 148 UMKM yang usahanya terdampak langsung dan membutuhkan intervensi segera. Sebarannya meliputi 5 kecamatan dan 9 nagari yang menjadi wilayah terparah terdampak Galodo.

Rincian sebarannya adalah Kecamatan Batipuah Selatan yang menjadi episentrum dengan 121 UMKM terdampak, meliputi Nagari Batu Taba 33 UMKM, Guguak Malalo 45 UMKM, Sumpur 34 UMKM, dan Padang Laweh Malalo 9 UMKM. Selanjutnya Kecamatan X Koto 16 UMKM, Kecamatan Rambatan (Nagari III Koto) 6 UMKM, Kecamatan Batipuh (Batipuah Ateh 1 UMKM dan Bungo Tanjuang 3 UMKM), serta Kecamatan Pariangan 1 UMKM.

“Program revitalisasi UMKM terdampak bencana ini bertujuan untuk mendukung pemulihan aktivitas usaha melalui pelatihan dan pemberian bantuan peralatan dan perlengkapan usaha, sehingga pengusaha UMKM dapat kembali menjalankan usahanya secara optimal serta meningkatkan produktivitas pascabencana,” jelas Busnika.

Ia menambahkan, tujuan besarnya tidak hanya memulihkan keberlangsungan usaha semata, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan produktivitas, memperkuat ketahanan ekonomi pelaku UMKM dan masyarakat dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi daerah pascabencana, serta mendorong UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing yang lebih baik.

Tiga Paket Pelatihan Berjenjang, Digitalisasi Jadi Kunci

Untuk mencapai tujuan tersebut, Dinas KUKMP merancang intervensi yang komprehensif, terbagi menjadi dua bentuk kegiatan utama: Peningkatan SDM dan Bantuan Peralatan Usaha.

Untuk peningkatan SDM, disiapkan 3 paket pelatihan berjenjang:

Paket 1: Peningkatan Kualitas dan Nilai Tambah Produk UMKM* yang telah terlaksana pada 5 dan 6 Agustus 2026 lalu. Fokus materinya adalah peningkatan mutu produk, diversifikasi dan inovasi produk, serta penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan khususnya untuk produk pangan.

Paket 2: Digitalisasi Pemasaran Produk UMKM* yang saat ini sedang berlangsung pada 19 dan 20 Oktober 2026 di UPT SMP 2 Batipuh Selatan. Inilah pelatihan yang menjadi lokasi jumpa pers. Menurut Busnika, pelatihan ini sangat krusial agar UMKM tidak lagi bergantung pada pasar konvensional.

“Di era sekarang, produk bagus saja tidak cukup. Harus bisa digital. Makanya materi kita fokuskan pada pemasaran melalui media sosial, pemanfaatan marketplace, serta pembuatan konten promosi dan foto produk yang menarik,” tegasnya.

Paket 3: Peningkatan Kualitas Kemasan, Label dan Paper Bag* yang akan dilaksanakan pada 22 dan 23 Oktober 2026 mendatang. Materinya meliputi desain kemasan yang menarik dan fungsional, penyusunan label produk sesuai ketentuan regulasi, dan penggunaan paper bag sebagai kemasan pendukung yang ramah lingkungan.

Bantuan Alat Rp466 Juta Tahap Akhir Pengadaan

Selain pelatihan, intervensi fisik juga dilakukan melalui Bantuan Peralatan Usaha dengan anggaran sebesar *Rp466.000.000,-*. Bantuan ini terbagi menjadi 3 paket:

Pertama dan kedua adalah Bantuan Peralatan Produksi Sederhana sebanyak 2 paket untuk 148 UMKM. Paket 1 berupa peralatan usaha non elektronik seperti wajan, panci, dan peralatan masak lainnya. Paket 2 berupa peralatan usaha elektronik seperti mixer, blender dan sejenisnya.

Busnika memastikan, untuk saat ini kedua paket bantuan tersebut sudah pada tahap pengadaan dan direncanakan akan selesai dan didistribusikan pada minggu ke-IV bulan Oktober ini.

Ketiga adalah Bantuan Bahan Kemasan, label atau paper bag sebanyak 1 paket untuk 100 UMKM sektor kuliner, sebagai tindak lanjut dari pelatihan pengemasan.

“Kita ingin pemulihan ini tuntas. Setelah SDM-nya kita tingkatkan lewat pelatihan, alat produksinya kita ganti dan kita lengkapi. Harapannya, dalam waktu dekat 148 UMKM ini tidak hanya pulih seperti sedia kala, tapi bisa naik kelas,” pungkas Busnika (DA76)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *