Bawaslu Pesisir Selatan Rilis Majalah Digital Suara Pengawasan Edisi Kedua

Berita, Politik, Terbaru15 Dilihat

Pesisir Selatan, InvestigasiPublik.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pesisir Selatan—Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan merilis majalah digital Suara Pengawasan edisi kedua bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, pada Rabu (28/10).

Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Afriki Musmaidi, mengatakan majalah digital dirancang sebagai sarana penyebarluasan informasi mengenai demokrasi dan kepemiluan kepada masyarakat, khususnya di Pesisir Selatan.

“Sejak awal, majalah ini kami rancang sebagai sarana distribusi informasi tentang demokrasi secara umum dan Pemilu secara khusus kepada masyarakat,” ujar Afriki di ruang kerjanya.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi akan turut memengaruhi penyelenggaraan Pemilu dan mengubah lanskap demokrasi. Peralihan dari pola-pola konvensional menuju ruang digital menuntut lembaga pengawas Pemilu untuk beradaptasi, termasuk dalam menyampaikan informasi dan pendidikan politik kepada masyarakat.

Karena itu, hadirnya Suara Pengawasan menjadi salah satu upaya Bawaslu Pesisir Selatan dalam merespons perubahan zaman sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi kepemiluan.

Afriki menambahkan, Suara Pengawasan dikembangkan sebagai media pendidikan politik yang dapat diakses oleh berbagai kalangan. Penyajian konten dirancang agar informasi mengenai pengawasan pemilu lebih mudah dibaca dan dipahami masyarakat.

Sementara itu, Anggota/ Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H), Nurmaidi, mengungkapkan Suara Pengawasan menghadirkan beragam tulisan yang informatif dan menarik. Materinya mencakup antara lain opini, historis pengawasan Pemilu, hasil pengawasan, hingga karya sastra berupa puisi.

Menurut Nurmaidi, edisi terbaru mengalami pengembangan dari sisi rubrikasi dengan tersedianya dua belas rubrik yang mengakomodasi berbagai perspektif mengenai demokrasi dan kepemiluan.

Salah satu rubrik unggulan, menurutnya adalah Laporan Utama yang mengulas pengawasan pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Rubrik tersebut menjadi ruang untuk membahas upaya menjaga akurasi dan kemutakhiran data pemilih sebagai salah satu fondasi penting mewujudkan Pemilu yang berintegritas.

“Pengembangan rubrik dalam edisi ini diharapkan dapat memperkaya perspektif pembaca. Satu lagi, ini sebenarnya merupakan bentuk dukungan konkret lembaga terhadap implementasi aksi perubahan salah satu kepala subbagian kami,” ungkap Nurmaidi.

Ia menjelaskan, transformasi Suara Pengawasan saat ini berkaitan dengan aksi perubahan yang dilaksanakan oleh Kepala Subbagian Hukum, Humas, Data, dan Informasi (H2DI), Riyan Alghi Fermana, dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).

Melalui pengembangan tersebut, Suara Pengawasan diharapkan tidak hanya menjadi media publikasi kelembagaan, tetapi juga berkembang sebagai sarana literasi demokrasi yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, peluncuran edisi kedua sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat partisipasi generasi muda dalam kehidupan demokrasi. Akses terhadap informasi kepemiluan yang mudah dipahami menjadi salah satu bekal penting bagi masyarakat untuk mengenali hak, memahami proses Pemilu, dan berpartisipasi dalam mengawal demokrasi.

Nurmaidi berharap, kehadiran Suara Pengawasan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat peran lembaga pengawas Pemilu dalam membangun kesadaran politik dan mendorong pengawasan pemilu yang partisipatif di Pesisir Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *