Ledakan Gudang Pertalite di Limau Manis Padang, Kerugian Ditaksir Rp1,62 Miliar

Berita, Peristiwa, Terbaru230 Dilihat

Padang, InvestigasiPublik.com – Ledakan keras dari gudang penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite memicu kebakaran hebat di kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (12/10/2026) pagi. Peristiwa tersebut menghanguskan satu rumah permanen dan bangunan kontrakan di sekitarnya, dengan total kerugian material ditaksir mencapai Rp1,62 miliar.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di rumah milik Jusniati (53), warga RT 004 RW 002, Kelurahan Limau Manis. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas.

Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut. Personel Polsek Pauh yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Aiptu Yanwar langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi dan meminta keterangan para saksi.

Jusniati menuturkan, saat kejadian dirinya sedang mencuci piring di dapur. Tiba-tiba terdengar suara ledakan keras dari arah gudang penyimpanan Pertalite.

Ketika keluar untuk memeriksa keadaan, ia melihat pintu gudang telah jebol dan api mulai melalap bangunan. Jusniati kemudian berlari menyelamatkan diri.

Anak korban, Simantul Iktisal (19), serta penghuni kontrakan, Yuliana Fajriyanti (31), juga bergegas keluar rumah setelah mendengar dentuman. Saat itu, Yuliana sedang berada di kamar bersama bayinya.

Saksi lainnya, Rahmi Rahma Wanti (34), mengaku melihat pintu gudang terpental akibat ledakan. Ia juga menyaksikan seorang pria berlari keluar dari gudang dalam kondisi mengalami luka bakar.

Pria tersebut diketahui bernama Isul (44), seorang pekerja swasta. Ia mengalami luka bakar pada bagian tangan, wajah, dan kaki, sehingga dilarikan ke RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk mendapatkan perawatan medis.

Untuk mengatasi kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengerahkan sedikitnya 10 unit mobil pemadam. Setelah berjibaku selama sekitar dua jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api sepenuhnya sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,62 miliar. Kerugian terbesar dialami pemilik rumah utama, yang ditaksir sekitar Rp1,5 miliar, sementara penghuni kontrakan juga mengalami kerugian material.

Pasca-kejadian, polisi memasang garis polisi dan mempertahankan status quo di lokasi untuk kepentingan penyelidikan. Hingga kini, penyebab pasti ledakan dan kebakaran masih didalami oleh pihak kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *