Prabowo Perkuat Penanganan Karhutla, 639 Hektare Masih Terbakar

Berita, Nasional, Terbaru259 Dilihat

Jakarta, InvestigasiPublik.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Rapat tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah, Pangdam, serta Kapolda dari kedua provinsi tersebut.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, dalam rapat tersebut dilaporkan perkembangan penanganan karhutla beserta langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mempercepat pemadaman.

Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), masih terdapat sekitar 639 hektare lahan yang dalam proses pemadaman di enam provinsi yang paling terdampak karhutla.

“Saat ini fokus utama tertuju pada dua provinsi, yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Untuk mempercepat penanganan, operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman dilaporkan rata-rata di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya.

Selain operasi darat, upaya pemadaman juga dilakukan melalui operasi udara menggunakan teknik water bombing di sejumlah wilayah terdampak.

“Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,” kata Teddy.

Sementara itu, kondisi karhutla di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan dilaporkan menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan. Langkah ini dilakukan seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Teddy menegaskan, Presiden Prabowo meminta seluruh pihak memperkuat upaya penanganan karhutla dan mengerahkan sumber daya secara optimal untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas.

“Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,” pungkas Teddy.

Sumber: BPMI Sekretariat Presiden

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *