Unand Beri Pendidikan Politik kepada 50 Pengurus dan Kader PPP Kota Pariaman

Pariaman, InvestigasiPublik.com – Tim dosen Departemen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand) menggelar pendidikan politik bagi pengurus dan kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Pariaman, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di Rumah Makan Sambalado, Pariaman, itu diikuti sekitar 50 peserta. Tujuannya meningkatkan wawasan dan kapasitas kader dalam menjalankan fungsi pendidikan politik, menyerap aspirasi masyarakat, serta memperkuat demokrasi di tingkat lokal.

Tim pengabdian Unand dipimpin Dr. Sadri, M.Soc.Sc., bersama anggota Dewi Anggraini, S.IP., M.Si., dan Andhik Beni Saputra, M.A. Kegiatan tersebut juga melibatkan dua mahasiswa Departemen Ilmu Politik, Diva Indrya Rizky Rambe dan Dinda Shafiya Alghiffari.

Sekretaris DPC PPP Kota Pariaman, Nasril, turut hadir bersama jajaran pengurus dan kader partai.

Ketua tim pengabdian, Dr. Sadri, mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk dalam meningkatkan literasi dan kesadaran politik pengurus serta kader partai.

Ia menjelaskan, kegiatan pendidikan politik bersama PPP Kota Pariaman telah dilaksanakan pada 2007 dan 2016. Pelaksanaan pada 2026 menjadi kegiatan ketiga, sekaligus melanjutkan hubungan antara kalangan akademisi dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan politik.

Materi utama disampaikan Andhik Beni Saputra, M.A., dengan tema “Partai Politik Kuat, Negara Makmur”. Dalam paparannya, Andhik menekankan bahwa partai politik memiliki peran strategis dalam kaderisasi kepemimpinan, pendidikan politik, dan penyaluran aspirasi masyarakat.

Menurutnya, kekuatan partai politik tidak cukup diukur dari perolehan suara dalam pemilihan umum. Kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat, memperjuangkan kepentingan publik, dan menjaga kepercayaan konstituen juga menjadi faktor penting.

Andhik turut menyoroti pemanfaatan media sosial dan keterlibatan generasi muda dalam aktivitas politik. Ia menilai generasi Z tidak bisa begitu saja dianggap apatis terhadap politik karena banyak anak muda menunjukkan kepedulian terhadap berbagai persoalan publik.

Untuk mengukur pemahaman peserta, kegiatan tersebut dilengkapi dengan pre-test, diskusi interaktif, ice breaking, dan post-test. Metode ini dirancang agar proses pembelajaran berlangsung partisipatif sekaligus memberikan gambaran mengenai pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.

Melalui kegiatan tersebut, tim pengabdian FISIP Unand berharap pengurus dan kader PPP Kota Pariaman semakin memahami fungsi strategis partai politik dalam sistem demokrasi serta mampu menerapkannya dalam kegiatan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, untuk mendukung penguatan kelembagaan politik, peningkatan kualitas kader, dan pembangunan demokrasi lokal yang lebih partisipatif serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *