Rahmat Saleh Salurkan 40 Karung Beras untuk Dapur Umum Korban Banjir Padang

Berita, Daerah, Terbaru165 Dilihat

Padang, InvestigasiPublik.com – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Rahmat Saleh, menyalurkan bantuan logistik pangan untuk mendukung operasional dapur umum bagi warga terdampak banjir di Kota Padang, Minggu (11/10/2026).

Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan makanan warga, mengingat sebagian korban banjir mengalami kesulitan memasak akibat rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka terdampak genangan.

Salah satu lokasi penyaluran bantuan berada di Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah. Di kawasan tersebut, Rahmat menyalurkan 40 karung beras beserta bantuan pendukung untuk kebutuhan dapur umum.

Wilayah Bungo Pasang termasuk kawasan yang terdampak banjir setelah hujan lebat mengguyur Kota Padang sehari sebelumnya.

Rahmat mengatakan, pemenuhan kebutuhan pangan menjadi prioritas dalam situasi darurat karena tidak semua warga terdampak dapat menyiapkan makanan secara mandiri.

“Ketika banjir terjadi, salah satu kebutuhan yang harus segera dipenuhi adalah makanan. Warga yang rumahnya terdampak belum tentu bisa memasak seperti biasa. Karena itu, bantuan logistik untuk mendukung dapur umum perlu diprioritaskan,” ujarnya.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama menghadapi dampak bencana. Selain bantuan pangan, kondisi warga terdampak juga memerlukan perhatian agar aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan setelah situasi memungkinkan.

Namun, menurut Rahmat, penanganan banjir tidak cukup hanya berfokus pada bantuan ketika bencana terjadi. Banjir yang berulang setiap kali hujan lebat perlu menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui penyebab dan menentukan langkah penanganan yang lebih efektif.

“Banjir yang berulang setiap kali hujan lebat perlu menjadi perhatian bersama. Penanganannya harus dievaluasi secara menyeluruh, sehingga kita tidak hanya bergerak ketika banjir sudah terjadi, tetapi juga mencari tahu apa yang perlu dibenahi agar risikonya bisa dikurangi,” katanya.

Evaluasi tersebut, lanjutnya, perlu mencakup berbagai faktor penyebab banjir serta efektivitas langkah penanganan yang selama ini dilakukan. Dengan demikian, upaya mengatasi banjir tidak hanya mengandalkan respons darurat, tetapi juga disertai pencegahan dan perbaikan jangka panjang.

Rahmat menegaskan, penanganan banjir berulang membutuhkan perencanaan yang lebih matang dan koordinasi berbagai pihak sesuai kewenangannya agar risiko bencana dapat dikurangi dan keselamatan masyarakat lebih terjamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *