Lintasi Medan 40 Kilometer, 324 Pecinta Alam Telusuri Jejak Perjuangan Harimau Kuranji

Berita, Olahraga, Terbaru223 Dilihat

Padang, InvestigasiPublik.com – Sebanyak 324 pecinta alam mengikuti Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji (LLA-TJPHK) V Tahun 2026. Mereka ditantang menempuh jalur sekitar 40 kilometer yang melintasi perbukitan, kawasan hutan, sungai, hingga jalan raya.

Kegiatan ini bukan sekadar menguji ketahanan fisik dan kemampuan navigasi peserta, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan kembali sejarah perjuangan Batalyon Harimau Kuranji dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasco Ruseimy, membuka kegiatan tersebut di SMAN 11 Padang, kawasan Bungus Teluk Kabung, Jumat malam (9/10/2026).

Dalam sambutannya, Vasco mengingatkan peserta agar menjadikan kecintaan terhadap alam sebagai komitmen nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan.

“Sebagai pecinta alam, saya berpesan agar kita saling tolong-menolong, menjaga kelestarian lingkungan, dan tetap memperhatikan etika saat berada di alam. Alam juga memiliki aturan yang harus kita perhatikan dan indahkan,” pesannya.

Ia juga berharap semangat perjuangan Harimau Kuranji tetap hidup di kalangan generasi muda melalui kegiatan yang memadukan petualangan, pendidikan lingkungan, dan pengenalan sejarah lokal.

324 Peserta dari 19 Kabupaten dan Kota

Ketua KPA Bias, Khalid Saifullah Rajo Basa, mengatakan LLA-TJPHK V 2026 diikuti 81 tim, terdiri atas 46 tim pelajar dan 35 tim kategori umum.

Peserta berasal dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar serta daerah luar provinsi, yakni Pekanbaru, Riau, dan Kerinci, Jambi.

“Sekarang total peserta 81 tim, yang terdiri dari pelajar 46 tim dan umum 35 tim,” ujar Khalid.

Menurutnya, jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Kehadiran peserta lintas daerah juga menjadi kesempatan untuk memperluas persahabatan dan berbagi pengalaman di antara komunitas pecinta alam.

Dalam lomba tersebut, peserta memperebutkan total hadiah Rp106 juta yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokir) Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman.

Untuk kategori terbaik, panitia menyiapkan hadiah Rp10 juta bagi peraih peringkat pertama, Rp7,5 juta untuk peringkat kedua, dan Rp6 juta bagi peringkat ketiga. Selain itu, tersedia 45 item doorprize dengan total nilai Rp10 juta.

Meski hadiah menjadi daya tarik, peserta tetap harus menghadapi tantangan utama berupa medan lintas alam sepanjang kurang lebih 40 kilometer dengan kondisi jalur yang beragam.

Evi Yandri: Kenalkan Sejarah Perjuangan kepada Generasi Muda

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, menegaskan LLA-TJPHK memiliki misi yang lebih luas daripada sekadar menguji ketahanan fisik dan memacu adrenalin.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya mengenalkan sejarah perjuangan Batalyon Harimau Kuranji sekaligus mendorong generasi muda melakukan aktivitas positif melalui olahraga dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Batalyon Harimau Kuranji merupakan laskar perjuangan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya di Kota Padang,” kata Evi.

Ia menyebutkan, partisipasi peserta dari luar Sumbar menunjukkan semakin luasnya jangkauan kegiatan tersebut. Tahun ini, dua tim berasal dari Pekanbaru, Riau, dan satu tim dari Kerinci, Jambi.

Selain itu, terdapat minat dari 10 tim asal Sumatera Utara untuk mengikuti kegiatan serupa. Evi berharap keinginan tersebut dapat diakomodasi pada penyelenggaraan tahun berikutnya.

Dua Etape Menyusuri Hutan dan Perbukitan

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Tasliatul Fuadi, menjelaskan bahwa LLA-TJPHK dirancang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, membentuk kedisiplinan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan wawasan kebangsaan.

Ia mengatakan, lokasi awal kegiatan semula direncanakan di kompleks pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Namun, akibat bencana longsor di kawasan tersebut, lokasi pembukaan sekaligus titik start dipindahkan ke Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Perjalanan lomba dibagi menjadi dua etape.

Etape pertama dimulai dari SMAN 11 Padang di Bungus, kemudian melintasi kawasan hutan Baringin, Lubuk Kilangan (Luki), dan berakhir di Gua Kelelawar, Padayo, Lubuk Kilangan.

Pada etape kedua, peserta kembali bergerak dari Gua Kelelawar Padayo, menembus kawasan hutan Gaduik sepanjang sekitar tiga kilometer, lalu menuju Pauh V hingga mencapai garis finis di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Menurut panitia, jalur serupa pernah digunakan dalam LLA-TJPHK III pada 2024.

Pada pelaksanaan tahun ini, penilaian lomba berfokus pada kecepatan waktu, sedangkan unsur ketepatan waktu ditiadakan.

Untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai sejarah perjuangan, panitia juga mengadakan diskusi sejarah yang menghadirkan dosen sejarah Universitas Andalas, Hari Efendi Iskandar. Peserta turut mengikuti pertemuan teknis sebelum lomba dimulai.

Perpaduan Petualangan, Kepedulian Lingkungan, dan Sejarah

Penyelenggara berharap keberhasilan LLA-TJPHK V 2026 tidak hanya diukur dari kecepatan peserta mencapai garis finis, tetapi juga dari nilai yang diperoleh selama perjalanan.

Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, memperkuat solidaritas, membangun kedisiplinan, dan meningkatkan penghargaan terhadap perjuangan generasi terdahulu.

Pesan tersebut sejalan dengan penekanan Wakil Gubernur Vasco Ruseimy saat membuka kegiatan. Ia berharap peserta membawa pulang bukan hanya pengalaman menaklukkan medan, melainkan juga tanggung jawab untuk menjaga alam dan menghormati sejarah bangsa.

Melalui perjalanan dari Bungus, melintasi hutan dan perbukitan hingga Kuranji, LLA-TJPHK V 2026 berupaya mempertemukan olahraga petualangan, pendidikan lingkungan, dan pengenalan sejarah perjuangan lokal dalam satu kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *