Raih 2 Emas, 1 Perak, dan 1 Perunggu di Porprov Sumbar, Atlet Silat Solok Selatan Berangkat dengan Dana Pribadi

Berita, Olahraga, Terbaru248 Dilihat

Solok Selatan, InvestigasiPublik.com – Prestasi membanggakan ditorehkan atlet pencak silat Kabupaten Solok Selatan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Namun, di balik raihan medali tersebut, muncul keluhan terkait dukungan keberangkatan atlet yang disebut menggunakan dana pribadi dan bantuan orang tua.

Sebanyak 10 atlet silat Solok Selatan diberangkatkan untuk mengikuti pertandingan tanpa pelepasan resmi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Solok Selatan. Menurut pihak pelatih, biaya keberangkatan ditanggung secara mandiri oleh atlet dan orang tua masing-masing.

Kondisi tersebut disayangkan pelatih yang selama ini membina para atlet hingga mampu meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah.

Pelatih pencak silat, Rahmad Fauzi, bersama Agus Ferdiyon, S.Pd., mengungkapkan bahwa persoalan anggaran telah disampaikan kepada KONI Solok Selatan sebelum keberangkatan atlet.

Namun, mereka mengaku mendapat penjelasan bahwa dana dari anggaran perubahan belum dapat dicairkan. Atlet yang tetap ingin mengikuti Porprov akhirnya diminta menggunakan biaya masing-masing.

“Makanya kami buat keputusan berangkat, karena menimbang atlet melaksanakan persiapan sama latihan dengan keras selama ini. Akhirnya berangkat dengan dana pribadi,” ujar Rahmad Fauzi.

Menurutnya, keputusan memberangkatkan atlet diambil agar persiapan panjang dan latihan keras yang telah dijalani tidak menjadi sia-sia. Para pelatih tetap berupaya memberikan kesempatan kepada atlet untuk bertanding meskipun dukungan anggaran yang diharapkan belum tersedia.

Ia juga membandingkan kondisi tersebut dengan kontingen dari sejumlah kabupaten lain yang, menurutnya, tetap memperoleh dukungan berupa seragam kontingen dan kehadiran pengurus KONI untuk memberikan semangat kepada atlet di arena pertandingan.

Sementara itu, atlet Solok Selatan justru harus berangkat dengan biaya sendiri dan tanpa seragam kontingen. Rahmad juga menyayangkan tidak adanya pengurus KONI setempat yang hadir langsung untuk melihat perjuangan para atlet.

“Kami sangat berharap kepada KONI agar lebih memperhatikan atlet, apalagi ini ajang Porprov Sumbar. Atlet sudah berlatih keras dan membawa nama daerah, sehingga dukungan terhadap mereka sangat penting,” ungkapnya.

Terlepas dari keterbatasan dukungan tersebut, para atlet pencak silat Solok Selatan berhasil mencatatkan prestasi dengan meraih empat medali, terdiri atas dua emas, satu perak, dan satu perunggu.

Berikut daftar atlet dan medali yang diraih:

Cenzio Toviano – Medali emas kelas H putra.
Aliqa Putri Hermel – Medali emas kelas F putri.
Farhan Hasbih – Medali perak kelas A putra.
Laura Valensah Fitri – Medali perunggu seni tunggal.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil pembinaan dan latihan yang dilakukan para pelatih, yakni Agus Ferdiyon, S.Pd., Rahmad Fauzi, dan Faisal Riza.

Prestasi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya dukungan yang memadai bagi atlet daerah. Keberhasilan meraih medali di ajang olahraga tingkat provinsi tidak hanya bergantung pada kemampuan atlet dan kerja keras pelatih, tetapi juga membutuhkan perhatian serta dukungan kelembagaan.

Hingga berita ini disusun, keterangan dari pihak KONI Kabupaten Solok Selatan terkait keluhan mengenai anggaran keberangkatan dan dukungan terhadap kontingen pencak silat belum tercantum dalam informasi yang diterima redaksi.

(Livia Valentina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *