Prabowo Tegaskan TNI Harus Adaptif Hadapi Ancaman Siber hingga Penyelundupan

Berita, Nasional, Terbaru568 Dilihat

Jakarta, InvestigasiPublik.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus terus meningkatkan kesiapan menghadapi perkembangan ancaman yang semakin kompleks. Menurutnya, ancaman terhadap keamanan nasional saat ini tidak lagi hanya berbentuk serangan fisik.

Penegasan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Prabowo mengatakan situasi global yang penuh gejolak dan ketidakpastian menuntut TNI untuk mampu membaca serta menghadapi berbagai bentuk ancaman baru.

“Sekarang menunjukkan penuh gejolak, penuh ketidakpastian. Kita tidak tahu kapan ancaman kepada kita akan menjadi nyata. Sekarang ancaman tidak hanya fisik. Kita bisa diserang dan sudah mulai diserang. Melalui siber, melalui disinformasi, melalui berita-berita bohong yang selalu ingin Indonesia dipecah belah, yang selalu ingin Indonesia gaduh,” ujar Prabowo.

Selain ancaman siber dan disinformasi, Presiden menyebut gangguan terhadap keamanan nasional dapat muncul melalui sektor ekonomi serta aktivitas penyelundupan.

“Ekonomi kita diganggu, kekayaan kita dicuri. Penyelundupan adalah ancaman terhadap bangsa Indonesia. Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri itu adalah ancaman bagi kedaulatan kita. Penyelundupan ke dalam, narkotika adalah ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa kita,” katanya.

Karena itu, Prabowo meminta TNI terus menyesuaikan kemampuan dengan perubahan karakter ancaman. Masa damai, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapan dan latihan.

“Perang sekarang belum tentu wujudnya fisik. Karena itu, TNI harus terus menyesuaikan diri. Belajar, belajar, belajar dan berlatih, berlatih, berlatih,” tegasnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya membangun TNI sebagai kekuatan yang profesional, modern, responsif, inovatif, dan adaptif. Penguasaan teknologi disebut menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi tantangan pertahanan di masa mendatang.

“TNI sekarang harus menguasai teknologi, TNI sekarang harus mengutamakan prestasi. Sekali lagi saya tekankan, TNI yang hebat adalah TNI yang mengutamakan prestasi. Sistem yang berlaku di TNI harus sistem prestasi, bukan sistem sekadar senioritas,” ujarnya.

Menurut Prabowo, kesiapan TNI juga harus didukung kemampuan bekerja sama dengan berbagai unsur pemerintahan. Hal itu dinilai penting karena Indonesia memiliki wilayah yang luas, ribuan pulau, kawasan laut yang besar, serta garis perbatasan dan berbagai objek strategis yang harus dijaga.

“Wilayah kita luas, kita memiliki ribuan pulau, wilayah laut yang sangat luas, perbatasan yang panjang. Berbagai objek strategis yang harus kita jaga. Kita juga akan terus membangun kekuatan kita,” ucapnya.

Di sisi lain, Presiden memastikan pemerintah tetap memperhatikan kesejahteraan prajurit dan keluarganya, termasuk pendidikan anak, pelayanan kesehatan, serta kehidupan keluarga prajurit.

“Pemerintah akan terus memperhatikan kesejahteraan prajurit. Pendidikan anak-anak prajurit, pelayanan kesehatan, serta kehidupan keluarga prajurit,” tutur Prabowo.

Dalam amanatnya, Prabowo mengingatkan besarnya tanggung jawab yang berada di pundak setiap prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan negara.

“Di pundak saudara ada beban yang tidak ringan. Kehormatan bangsa Indonesia, kedaulatan bangsa Indonesia, kemerdekaan bangsa Indonesia, kesejahteraan rakyat kita berada di pundak saudara-saudara,” tandasnya.

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI tersebut, Presiden Prabowo juga meresmikan 204 satuan baru TNI, termasuk enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru.

(BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *