580 Atlet Kota Solok Bidik Lima Besar Porprov XVI Sumbar

Berita, Olahraga, Terbaru322 Dilihat

Padang, InvestigasiPublik.com — Sebanyak 580 atlet Kota Solok bersama 160 ofisial dari 45 cabang olahraga (cabor) resmi dilepas untuk berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.

Di tengah berbagai keterbatasan dalam persiapan, kontingen Kota Solok tetap membawa semangat tinggi. Target yang dipatok pun cukup jelas, yakni menembus posisi lima besar perolehan medali Porprov XVI Sumbar.

Ketua KONI Kota Solok, H. Rudi Horizon, mengaku terharu melihat antusiasme para atlet yang akan membawa nama daerah dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

“Dengan semangat yang tinggi dari atlet kita, saya terharu melihatnya. Kami sampaikan, berjuanglah dengan keterbatasan yang ada,” ujar Rudi Horizon.

Menurutnya, keterbatasan tidak seharusnya menjadi alasan bagi atlet untuk kehilangan motivasi. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi bagian dari perjuangan untuk menunjukkan kemampuan terbaik di arena pertandingan.

Rudi mengatakan seluruh atlet, pelatih, dan ofisial telah menjalani persiapan menghadapi Porprov. Ia meminta kekompakan yang telah dibangun selama masa persiapan terus dipertahankan hingga pertandingan berakhir.

Selain mengejar prestasi, Rudi mengingatkan bahwa Porprov memiliki nilai lain, yakni mempererat silaturahmi antaratlet dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

“Porprov bukan hanya mencari medali dan memperebutkan juara, tetapi bagaimana kita merajut silaturahmi dan memperlihatkan eksistensi atlet-atlet Kota Solok,” katanya.

Ia juga berpesan agar seluruh kontingen menjaga kesehatan, kekompakan serta hubungan baik dengan atlet dari daerah lain.

“Jaga kesehatan, jaga kekompakan, jaga silaturahmi sesama atlet dari daerah lain. Tunjukkan Kota Solok siap berlaga dan siap menjadi lima besar di Porprov tahun 2026 ini,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menyebut kontingen Kota Solok terdiri dari 580 atlet dan 160 ofisial yang akan bertanding pada 45 cabang olahraga.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan yang terbanyak kedua di Sumatera Barat setelah Kota Padang.

“Ini merupakan jumlah atlet terbanyak nomor dua di Sumatera Barat setelah Kota Padang,” ujar Ramadhani.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam persiapan kontingen, mulai dari Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI, pengurus cabang olahraga, pembina, pelatih, ofisial hingga para atlet.

Selain mengirim kontingen, Kota Solok juga dipercaya menjadi tuan rumah lima cabang olahraga. Berbagai persiapan telah dilakukan Pemerintah Kota Solok bersama KONI untuk mendukung pelaksanaan pertandingan.

Namun, rencana Kota Solok menjadi lokasi seremoni pembukaan Porprov XVI Sumbar tidak terlaksana setelah bencana galodo melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok.

Sebagai bentuk empati terhadap masyarakat terdampak bencana, Pemerintah Kota Solok bersama DPRD dan tokoh masyarakat mengusulkan agar seremoni pembukaan dipindahkan. Pembukaan Porprov XVI Sumbar kemudian dijadwalkan berlangsung di Padang pada Jumat (2/10/2026).

Terkendala Pengadaan Seragam

Salah satu persoalan yang dihadapi kontingen Kota Solok adalah pengadaan seragam dan atribut atlet.

Ramadhani menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan tersebut. Namun, pengadaan barang pemerintah harus melalui tahapan dan mekanisme yang berlaku.

Dengan waktu yang tersedia, proses pengadaan dinilai tidak memungkinkan diselesaikan sesuai ketentuan. Karena itu, KONI Kota Solok memilih tidak memaksakan pengadaan seragam.

“Namanya uang pemerintah, uang negara ada mekanismenya. Dari sisi waktu kita tidak sempat lagi melaksanakan pengadaan barang dan jasa sesuai dengan mekanisme,” jelasnya.

Ramadhani meminta persoalan tersebut tidak memengaruhi semangat para atlet saat bertanding.

“Jangan jadikan ini sebagai media melemahkan semangat kita. Dari apa yang saya saksikan tadi, luar biasa sekali semangat atlet semuanya,” katanya.

Pemkot Solok juga memastikan bonus akan disiapkan bagi atlet yang berhasil meraih prestasi. Bonus tersebut disebut sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan atlet dalam mengharumkan nama daerah.

Meski demikian, Ramadhani meminta atlet tidak menjadikan bonus sebagai satu-satunya orientasi dalam mengikuti Porprov.

“Jangan semata-mata kita hanya mengejar prestasi. Jadikan ajang Porprov ini sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi, belajar dan meningkatkan kompetensi diri,” ujarnya.

Selama pelaksanaan Porprov, para atlet dan ofisial diminta menjaga kesehatan, kekompakan serta terus berkoordinasi dengan penanggung jawab kontingen.

Pemerintah Kota Solok bersama DPRD dan unsur Forkopimda juga berencana mengunjungi para atlet yang bertanding di sejumlah kabupaten dan kota sebagai bentuk dukungan langsung.

Dengan 580 atlet yang diterjunkan, Kota Solok membawa target menembus lima besar Porprov XVI Sumbar 2026. Di tengah keterbatasan yang ada, perjuangan kontingen kini akan diuji di arena pertandingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *