Padang, InvestigasiPublik.com – Keluarga besar IP (24), perempuan muda yang meninggal dunia setelah mengalami kondisi darurat di sebuah tempat hiburan malam kawasan Pondok, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, meminta kepolisian menghentikan proses hukum terkait peristiwa tersebut.
Permintaan itu disampaikan setelah keluarga melakukan musyawarah dan memutuskan untuk mengikhlaskan kepergian almarhumah. Keluarga juga menyatakan tidak bersedia dilakukan otopsi maupun ekshumasi terhadap jenazah.
Ayah kandung IP, Misdianto, mengatakan keputusan tersebut diambil demi ketenangan keluarga dan almarhumah sekaligus untuk meredam berbagai informasi yang berkembang di media sosial.
“Kami hanya ingin anak kami tenang di alam sana. Keputusan ini diambil setelah keluarga besar bermusyawarah. Kami berharap permintaan ini sekaligus mengakhiri informasi yang simpang siur di tengah masyarakat,” ujar Misdianto kepada media, Selasa (29/9/2026).
Menurut Misdianto, keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak bermaksud menuntut pihak mana pun.
Ia juga menegaskan bahwa sejak awal keluarga tidak menghendaki dilakukan otopsi atau pembongkaran makam terhadap jenazah IP.
“Tak perlu otopsi, kami ikhlas. Anak kami sudah tiada dan kami menerima semua ini sebagai takdir dari Yang Kuasa. Tolong jangan lagi diperpanjang, kami tidak menyalahkan pihak mana pun,” katanya.
Selain meminta proses hukum dihentikan, keluarga juga meminta masyarakat dan pengguna media sosial tidak lagi menyebarkan foto maupun video IP.
Misdianto mengaku keluarga mengalami tekanan setelah berbagai informasi mengenai kematian IP beredar luas di media sosial.
“Informasi memang tidak bisa dihambat, tapi untuk kali ini kami mohon, tolong jangan sebarkan lagi video atau foto anak kami. Keluarga sudah cukup menderita, jangan ditambah lagi beban psikologis kami. Jika memungkinkan, kami meminta foto dan video yang terlanjur diunggah agar dihapus,” ujarnya.
Keluarga juga membantah berbagai narasi dan tuduhan yang beredar di media sosial mengenai almarhumah, termasuk isu yang mengaitkannya dengan penyalahgunaan narkoba.
Misdianto memastikan pihak keluarga tidak membenarkan narasi tersebut dan meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Sebelumnya, Polsek Padang Selatan menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa meninggalnya IP. Polisi sebelumnya memperoleh informasi awal mengenai kejadian tersebut dari media sosial dan melakukan penelusuran ke lokasi. Penyebab medis maupun faktor yang menyebabkan IP terjatuh saat itu belum dapat dipastikan secara independen.
Dengan adanya permintaan dari keluarga, proses selanjutnya berada pada kewenangan aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan terbaru dari kepolisian mengenai keputusan atas permintaan keluarga tersebut.










