Jembatan Air Teluk Hessa Disorot, Polemik Merembet ke Pilkades

Berita, Daerah, Terbaru276 Dilihat

Asahan, InvestigasiPublik.com — Pembangunan jembatan penghubung di Dusun V, Desa Air Teluk Hessa, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan. Persoalan tersebut mencuat setelah kondisi jembatan dipertanyakan melalui media sosial karena disebut belum didukung akses jalan yang memadai.

Sorotan bermula dari unggahan akun Facebook Adv. Rahman Sitorus yang mempertanyakan keberadaan dan fungsi jembatan yang menghubungkan Desa Air Teluk Hessa dengan Desa Danau Sijabut.

Dalam unggahan sebelumnya, Rahman menyebut pembangunan jembatan dilakukan pada 2019, saat Desa Air Teluk Hessa dipimpin Penjabat (Pj) Kepala Desa Asniwati Siregar, SH. Rahman juga meminta adanya pemeriksaan terhadap pembangunan tersebut. Informasi mengenai nilai anggaran pembangunan sebelumnya muncul dengan angka berbeda dalam percakapan di media sosial, sehingga besaran anggaran masih memerlukan klarifikasi dari pihak yang berwenang.

Belakangan, persoalan tersebut berkembang karena Rahman dan Asniwati sama-sama disebut mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Air Teluk Hessa 2026. Kondisi itu membuat isu pembangunan jembatan turut dikaitkan dengan dinamika persaingan antarkandidat.

Seorang warga Desa Air Teluk Hessa yang meminta identitas lengkapnya tidak dipublikasikan, Adi, mengatakan latar belakang kedua pihak perlu diketahui masyarakat agar polemik jembatan dapat dilihat secara utuh.

“Mereka ini sama-sama calon kepala desa. Yang satu mantan Kepala Dusun V Desa Air Teluk Hessa, satunya lagi mantan Pj Kepala Desa Air Teluk Hessa,” ujar Adi kepada media ini, Selasa (29/9/2026).

Menurut Adi, posisi kedua pihak dalam kontestasi Pilkades membuat unggahan mengenai jembatan berpotensi dipersepsikan sebagai bagian dari dinamika politik menjelang pemilihan.

Ia bahkan menilai unggahan tersebut berkaitan dengan upaya membangun citra di tengah persaingan kandidat. Namun, penilaian tersebut merupakan pendapat pribadi Adi dan belum dibuktikan dengan keterangan atau temuan dari pihak berwenang.

“Kalau menurut saya, postingan Pak Rahman di akun Facebooknya itu hanya bertujuan mencari sensasi dan popularitas untuk mendongkrak citranya, seolah dirinya calon kepala desa yang bersih dan tidak bermasalah,” kata Adi.

Di sisi lain, Adi juga mempertanyakan aspek teknis pembangunan, terutama mengenai proses perencanaan dan akses menuju jembatan.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut dilakukan ketika Rahman masih menjabat sebagai Kepala Dusun V. Ia juga menyebut lokasi jembatan berada di kawasan perkebunan kelapa sawit milik warga dan hingga kini belum terdapat badan jalan yang memadai menuju bangunan tersebut.

“Kalau dibilang terbengkalai sepertinya kurang pas. Tapi kalau dibilang tidak tepat sasaran, baru betul. Karena sampai hari ini tidak ada badan jalan di lokasi pembangunan jembatan itu,” ujarnya.

Rahman Bantah Kaitkan Unggahan dengan Pilkades

Dikonfirmasi pada Rabu (30/9/2026), Abdur Rahman Sitorus, SH, membenarkan dirinya mengikuti kontestasi Pilkades Desa Air Teluk Hessa 2026.

Namun, Rahman membantah unggahan mengenai kondisi jembatan dibuat untuk mencari popularitas ataupun menyerang calon kepala desa lainnya.

Menurutnya, persoalan utama yang dipersoalkan adalah keberadaan jembatan yang disebut tidak berfungsi serta belum tersedianya akses jalan menuju lokasi pembangunan.

“Tidak lah Pak, ya harus dipertanggungjawabkan soal jembatan yang tidak berfungsi ke masyarakat dan tidak adanya akses jalan menuju jembatan tersebut,” ujarnya.

Rahman juga membantah informasi yang menyebut dirinya masih aktif sebagai Kepala Dusun V ketika pembangunan jembatan dilaksanakan. Ia mengatakan telah menjalani cuti dari jabatan tersebut karena mengikuti pencalonan kepala desa pada 2019.

“Setelah berjalan tiga bulan saya cuti, barulah dikerjakan pembangunan jembatan tersebut,” jelasnya.

Mengenai proses perencanaan, Rahman menegaskan pembangunan jembatan tersebut bukan merupakan usulannya meskipun ketika itu dirinya menjabat sebagai kepala dusun.

“Meskipun saya kepala dusunnya pada waktu itu, tapi bukan saya yang mengusulkan pembangunan jembatan itu,” katanya.

Menunggu Penjelasan Pemerintah Kecamatan

Polemik mengenai jembatan tersebut kini menyisakan sejumlah hal yang masih perlu diklarifikasi, antara lain proses perencanaan, sumber dan besaran anggaran, alasan pemilihan lokasi, status akses jalan, serta kondisi dan pemanfaatan jembatan saat ini.

Sebelumnya, media ini juga telah menghubungi pihak terkait mengenai pembangunan jembatan tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak yang disebut dalam polemik.

Camat Air Batu Muhammad Syarif AR, S.STP, yang dimintai tanggapan mengenai persoalan jembatan sekaligus berkembangnya isu tersebut dalam kontestasi Pilkades Air Teluk Hessa, hingga berita ini dikirim ke redaksi belum memberikan keterangan.

Dengan demikian, persoalan mengenai pembangunan dan kondisi jembatan masih memerlukan penjelasan dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta pihak lain yang memiliki kewenangan agar informasi mengenai proyek tersebut dapat diketahui secara utuh oleh masyarakat. (Is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *