PPN Pengambengan Mulai Dikembangkan, Nindya Karya Kerjakan Proyek Konstruksi

Berita, Daerah, Terbaru263 Dilihat

Jembrana, InvestigasiPublik.com — Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana, Bali, resmi memasuki tahap konstruksi. Pekerjaan ditandai dengan groundbreaking yang berlangsung Selasa (29/9/2026).

PT Nindya Karya (Persero) menjadi kontraktor pelaksana pembangunan yang merupakan bagian dari Program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets (IFP-IFM) Phase-I (IDN-1055).

Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas perikanan secara terpadu. Pengembangan PPN Pengambengan juga ditujukan untuk mendukung aktivitas perikanan serta perekonomian maritim di Bali.

Kegiatan groundbreaking dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Gubernur Bali I Wayan Koster, serta jajaran manajemen PT Nindya Karya (Persero), antara lain Direktur Utama Firmansyah, Direktur Operasi I Fatchurrohman, dan SVP Infrastruktur II Bambang Asmoro.

Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah, mengatakan perusahaan akan menjalankan pekerjaan konstruksi dengan memperhatikan aspek kualitas, keselamatan kerja, waktu pelaksanaan, serta penggunaan teknologi konstruksi.

“Nindya Karya berkomitmen melaksanakan pekerjaan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan, ketepatan waktu, serta penerapan teknologi konstruksi. Kehadiran Nindya Karya dalam pengembangan PPN Pengambengan menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung penguatan infrastruktur perikanan dan pertumbuhan ekonomi maritim nasional,” ujar Firmansyah.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan Pengambengan dipilih sebagai lokasi pengembangan pusat perikanan karena Pelabuhan Benoa dinilai tidak lagi ideal untuk pengembangan pelabuhan perikanan berskala besar.

“Pengambengan kita pilih untuk dikembangkan menjadi pusat perikanan karena Pelabuhan Benoa sudah tidak ideal untuk pengembangan pelabuhan perikanan. Kita ingin membangun Pengambengan menjadi pelabuhan yang modern, tertata dengan baik, dan terintegrasi,” kata Trenggono.

Gubernur Bali I Wayan Koster juga menyambut dimulainya pembangunan tersebut. Ia menyebut pengembangan kawasan perikanan Pengambengan berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Bali.

“Saya mewakili masyarakat Bali mengucapkan terima kasih karena telah mewujudkan program ini, ini yang pertama dan terbesar di Indonesia. Program ini akan meningkatkan perekonomian dan perikanan di Bali,” ujar Koster.

Berdasarkan rencana pengembangannya, PPN Pengambengan akan dilengkapi sejumlah infrastruktur pelabuhan, antara lain dermaga, wharf, jetty, slipway, breakwater, dan revetment.

Selain fasilitas kepelabuhanan, kawasan tersebut juga mencakup fasilitas pendukung kegiatan perikanan, seperti tempat penanganan ikan, cold storage, pabrik dan gudang es, serta pasar ikan.

Fasilitas lainnya meliputi perbengkelan, gudang docking kapal, bengkel perbaikan jaring, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), dan berbagai sarana pendukung operasional pelabuhan.

Pengembangan tersebut dirancang untuk mengintegrasikan sejumlah aktivitas dalam satu kawasan, mulai dari pendaratan ikan, penanganan dan pengolahan hasil tangkapan, penyimpanan, hingga pemasaran.

Dengan dimulainya pekerjaan konstruksi, pengembangan PPN Pengambengan memasuki tahapan baru dalam rencana pembangunan kawasan perikanan terpadu di Bali. Dampak pembangunan terhadap aktivitas nelayan, industri pengolahan, dan masyarakat sekitar akan bergantung pada pelaksanaan serta pemanfaatan fasilitas setelah kawasan beroperasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *