Dampak Banjir Bandang Arosuka, RSBG 2026 Kota Solok Diundur

Berita, Olahraga, Terbaru259 Dilihat

Padang, InvestigasiPublik.com — Musibah banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, turut memengaruhi sejumlah agenda masyarakat di Kota Solok.

Sebagai bagian dari kawasan Solok, Pemerintah Kota Solok memutuskan menyesuaikan pelaksanaan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Solok, Nurzal Gustim, S.STP, M.Si, yang akrab disapa Agus, mengatakan penyesuaian agenda tersebut telah melalui kesepakatan bersama antara Wali Kota Solok, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), Ketua LKAAM, dan Ketua Bundo Kanduang.

Hal itu disampaikannya dalam keterangan pers selaku Ketua Seksi Humas Rang Solok Baralek Gadang, Selasa (29/9/2026).

Menurut Agus, RSBG 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2026, kini diundur menjadi 10–13 Oktober 2026.

Penyesuaian tersebut juga telah disampaikan Pemerintah Kota Solok kepada Gubernur Sumatera Barat melalui surat Wali Kota Solok Nomor B/000/48/DISPORA-2026 tentang Pembukaan Porprov dan Penyelenggaraan RSBG.

“Perubahan jadwal ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah di Arosuka,” ujar Agus.

Pembukaan Porprov Dipindahkan

Di tengah perubahan jadwal RSBG, pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat tetap dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026.

Namun, untuk acara pembukaan, lokasi pelaksanaan dipindahkan ke Kantor Gubernur Sumatera Barat.

Kota Solok tetap menjadi salah satu daerah tuan rumah pertandingan dengan lima cabang olahraga, yakni Taekwondo, Hapkido, Aerosport, Angkat Berat dan Angkat Besi.

Pelaksanaan lima cabang olahraga tersebut tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

RSBG Usung Semangat Solidaritas

Selain mengubah jadwal, Pemko Solok juga melakukan penyegaran terhadap konsep RSBG 2026.

Jika sebelumnya kegiatan mengusung tema “Sawah Dijago, Budaya Dipusako” melalui Festival 13 yang melibatkan 13 nagari, tahun ini RSBG dikemas dengan semangat kebersamaan dan solidaritas melalui tema:

“RSBG Bangkit Bersama dengan Arosuka.”

Agus menjelaskan, tema tersebut menjadi pesan solidaritas masyarakat Kota Solok terhadap warga Arosuka yang tengah menghadapi dampak bencana.

RSBG juga diharapkan menjadi ruang untuk mempererat hubungan masyarakat Kubung 13, baik yang berada di wilayah Kota Solok maupun Kabupaten Solok.

Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan ungkapan adat Minangkabau sebagai pesan kebersamaan:

“Malang sakijok mato, nan mujua sapanjang hari. Usah dituruik hati ibo, sagalonyo suratan Illahi. Mari kito duduak samo randah, tagak samo tinggi. Saciok bak ayam, sadanciang bak basi.”

Menurutnya, pesan tersebut menggambarkan pentingnya saling menguatkan dan menjaga kebersamaan ketika masyarakat menghadapi musibah.

Ia pun mengajak masyarakat dari 13 nagari yang tergabung dalam Kubung 13 untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan RSBG 2026.

Dengan penyesuaian jadwal dan konsep tersebut, RSBG diharapkan tidak sekadar menjadi agenda kebudayaan dan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat solidaritas masyarakat Solok terhadap warga yang terdampak bencana.

“Kota Solok hadir untuk Arosuka. Bangkit bersama, kuat bersama,” kata Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *