lahat, InvestigasiPublik.com — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Yayasan Pendidikan Islam (STIT YPI) Lahat menggelar Yudisium dan Wisuda Strata I Angkatan XXV di Ballroom Hotel Santika Lahat, Sabtu (26/9/2026).
Sebanyak 43 mahasiswa resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan dalam kegiatan yang mengusung tema “Guru Profesional Berkarakter Unggul: Pilar Utama Menuju Indonesia Emas 2045.”
Wisuda tersebut menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki tahap baru, khususnya dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan di tengah masyarakat.
Ketua STIT YPI Lahat, Drs. H. Taufik Sakni, M.Pd.I., mengatakan wisuda bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab para lulusan untuk mengabdikan ilmu kepada masyarakat.
“Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya di tengah masyarakat. Gelar Sarjana Pendidikan yang kini melekat pada nama Anda membawa konsekuensi tentang tanggung jawab yang besar,” ujar Taufik.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Para alumni juga diharapkan mampu memberikan kontribusi melalui inspirasi, motivasi dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Sementara itu, Wakil Koordinator Kopertais Wilayah VII Sumbagsel, Prof. Dr. Abdur Razzaq, S.Ag., M.A., menyebut para sarjana yang diwisuda memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan, khususnya melalui bidang pendidikan.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi perlu terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan karena perubahan zaman serta persaingan dunia kerja menuntut sumber daya manusia yang kompeten dan mampu beradaptasi.
Ia juga mendorong para lulusan untuk menjadikan proses belajar sebagai kegiatan yang terus berlangsung meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal.
Pemkab Lahat Dorong Alumni Berkontribusi
Bupati Lahat Bursah Zarnubi, S.E., melalui Asisten II M. Icsan Fadli, S.I.P., M.M., turut menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan STIT YPI Lahat Angkatan XXV Tahun 2026.
Menurutnya, kualitas manusia merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kemajuan suatu bangsa. Dalam konteks tersebut, guru memiliki peran strategis dalam memberikan pengetahuan sekaligus membentuk karakter generasi penerus.
“Kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, kemajuan teknologi ataupun pembangunan. Kekuatan terbesar sebuah bangsa sesungguhnya ada pada kualitas manusia,” katanya.
Ia menambahkan, guru tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter peserta didik yang akan menjadi bagian dari masa depan bangsa.
“Selamat dan sukses kepada para wisudawan. Kami berharap para alumni mampu mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan di Kabupaten Lahat,” tuturnya.
(EY)







