Prabowo Bahas Pengelolaan Gambut Bersama Akademisi, BPGMN Segera Dibentuk

Jakarta, InvestigasiPublik.com — Presiden Prabowo Subianto membahas pengelolaan dan penanganan lahan gambut bersama sejumlah akademisi, ilmuwan, serta pakar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas strategi berbasis riset untuk memperkuat pengelolaan gambut sekaligus mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keterlibatan para peneliti diarahkan agar kebijakan pemerintah mengenai gambut semakin didukung data dan hasil penelitian.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, dalam pertemuan tersebut Presiden menyetujui pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).

Menurut Brian, keberadaan badan tersebut diharapkan dapat mempermudah pengelolaan data serta koordinasi terkait perizinan dan pengelolaan kawasan gambut.

“Bapak Presiden menyetujui karena berdasarkan pengalaman para ilmuwan ini ternyata memang keberadaan badan tersebut sangat penting,” ujar Brian.

Presiden juga meminta agar badan yang akan dibentuk tersebut mendapat dukungan dari para ilmuwan dan saintis. Pengelolaan gambut nantinya diarahkan menggunakan pemetaan yang lebih komprehensif untuk mengetahui karakteristik lahan, termasuk kawasan yang sesuai untuk budidaya, perikanan maupun pemanfaatan lainnya.

Selain pendekatan ilmiah, praktik baik dan kearifan lokal masyarakat juga dibahas sebagai salah satu rujukan dalam pengelolaan kawasan gambut.

Perkuat Pencegahan Kebakaran

Pembahasan juga menyoroti pentingnya pencegahan kebakaran gambut. Dalam forum ilmiah yang digelar Kemdiktisaintek pada hari yang sama, para peneliti menekankan pentingnya pengelolaan tata air, pemantauan kondisi gambut dan deteksi dini sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran.

Presiden turut mendorong penguatan kembali pendekatan berbasis desa dan masyarakat melalui kelompok masyarakat peduli api (MPA). Masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian dinilai memiliki peran penting dalam merespons kondisi darurat secara cepat.

Sejumlah inovasi penanganan kebakaran juga menjadi perhatian, termasuk pengembangan sistem pemantauan, pompa serta metode pemadaman yang dapat disesuaikan dengan karakteristik lahan gambut.

Riset dan Edukasi Diperkuat

Brian mengatakan, aspek edukasi juga menjadi bagian dari arahan Presiden, termasuk melalui sekolah dan pengembangan kurikulum mengenai pentingnya menjaga ekosistem gambut serta mencegah kebakaran.

Pemerintah juga diminta melanjutkan riset dan kajian mengenai gambut untuk mendukung pengelolaan kawasan tersebut secara lebih terintegrasi.

“Intinya ke depan lahan gambut di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 33 juta hektare itu bisa dioptimalkan, bisa dimanfaatkan. Di satu sisi dia memproduksi sesuatu yang cocok tetapi di sisi lain yang jauh lebih penting adalah dengan adanya pengelolaan maka pencegahan itu bisa dilakukan dengan lebih baik,” kata Brian.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menggabungkan pemanfaatan lahan, perlindungan ekosistem dan pencegahan karhutla dengan dukungan data serta hasil penelitian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *